Pages

Tampilkan postingan dengan label cerita inspirative. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita inspirative. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juni 2015

Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Kasih Ibu Tak Batas Waktu
Seorang anak bertengkar dengan ibunya & meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Ia melewati sebuah kedai bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkok bakmi karena lapar.
Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu bertanya”Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?”
“Ya, tetapi aku tidak membawa uang,”jawab anak itu dengan malu-malu.”Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,”jawab si pemilik kedai.
Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulai berlinang.”Ada apa Nak?”Tanya si pemilik kedai.”Tidak apa-apa, aku hanya terharu karena seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah. Kau seorang yang baru kukenal tetapi begitu peduli padaku.
Pemilik kedai itu berkata”Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begitu terharu…. Ibumu telah memasak bakmi, nasi, dll sampai kamu dewasa, harusnya kamu berterima kasih kepadanya.
Anak itu kaget mendengar hal tersebut.”Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu?”
Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih, tetapi terhadap ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun,aku bahkan tidak peduli.
Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih & cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Nak, kau sudah pulang, cepat masuk, aku telah menyiapkan makan malam.”
Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya & ia menangis di hadapan ibunya.
Kadang kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yg diberikannya pada kita. Namun kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita sering melupakannya begitu saja.

sumber http://iphincow.com/2013/12/22/kasih-ibu-tak-batas-waktu/

Ayat-ayat AlQuran yang Terbukti Diterapkan Menjadi Ilmu Pengetahuan Sepanjang Masa

Pernyataan Al Quran sebagai sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan tampaknya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tapi kalau membaca sendiri mana ayatnya lalu mana ilmu pengetahuan yang didapatkan dari ayat tersebut mungkin itu yang akan lebih menggetarkan hati. Di bawah ini adalah beberapa ayat yang saya peroleh dari beberapa sumber beserta ilmu terapannya yang masih berlaku hingga saat ini dan seterusnya. Anda bisa pikirkan bahwa ayat-ayat tersebut diturunkan sangat jauh sekali sebelum ilmu pengetahuan itu ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa Al Quran memang mukjizat sepanjang masa.



1. QS AL ANBIYA ayat 30 Tentang Penciptaan Alam Semesta

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman?” (QS AL ANBIYA ayat 30)

Ayat tersebut berkaitan dengan “Big bang theory” yaitu teori terbentuknya alam semesta yang menyatakan bahwa pada awalnya alam semesta merupakan satu kesatuan, kemudian terjadi ledakan besar yang menghasilkan pecahan-pecahan dan meluas.

2. QS AS SAJDAH Ayat 5 dan QS AL MA’AARIJ Ayat 4 Tentang Relativitas Waktu

“Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS AS SAJDAH ayat 5)

“Para malaikat dan jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun” (QS AL MA’AARIJ ayat 4)

Kedua ayat di atas berkaitan dengan temuan bahwa waktu akan berjalan lebih lambat seiring dengan kecepatan cahaya. Semakin kita bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka semakin lambat pergerakan waktu kita.

Teori ini dikemukakan oleh Einstein dimana telah dilakukan penelitian menggunakan dua buah jam atom: jam A dan jam B. Jam A disimpan di bumi, sedangkan jam B dibawa keliling dunia via pesawat jet. Hasilnya? Setelah sampai di bumi lagi, Jam B menunjukkan keterlambatan waktu sepersekian juta detik terhadap jam A.


3. QS AR RA’D Ayat 2 Tentang Keberadaan Atmosfer

“Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy...” (QS AR RA’D ayat 2)

Kata-kata “langit tanpa tiang” merujuk kepada keberadaan atmosfer yang selalu mengelilingi lapisan bumi dan menjaga agar bumi selamat dari berbagai macam serangan komponen alam dari luar.

4. QS ATH THARIQ Ayat 11 Tentang Fungsi Atmosfer

“Demi langit yang mengandung hujan” (QS ATH THARIQ ayat 11)

Berdasarkan ayat tersebut dapat diketahui bersama bahwa atmosfer berfungsi untuk mencegah uap air di bumi yang menguap hilang ke luar angkasa. Jika itu terjadi maka akan berakibat sangat fatal karena bumi bisa mengalami kekeringan luar biasa. Dengan adanya atmosfer, uap air akan ditahan di langit dalam bentuk awan untuk kemudian turun kembali ke bumi menjadi hujan.

5. QS AL MULK ayat 3 tentang Lapisan Atmosfer

“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?” (QS AL MULK ayat 3)

Ilmu pengetahuan yang berhasil diteliti dan diidentifikasi secara ilmiah menyatakan bahwa atmosfer terdiri dari 7 lapisan yaitu troposfer, stratosfer, ozonesfer, mesosfer, termosfer, ionosfer, dan eksosfer.

6. QS AL AN’AM Ayat 125 Tentang Keadaan Tekanan Udara

“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman” (QS AL AN’AM ayat 125)

Ilmu pengetahuan menunjukan bahwa semakin tinggi suatu tempat dari permukaan laut semakin rendah tekanan udara dan semakin tipis kadar oksigennya. Keadaan udara ini mendorong peningkatan takanan darah dan menjadikan sulit bernafas.

7. QS AN NUR Ayat 43 Tentang Proses Terjadinya Hujan

“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya...” (QS AN NUR ayat 43)

Ayat di atas menunjukan kebenaran terkait dengan proses terjadinya hujan (cukup jelas).

8. QS AN NUR ayat 40 tentang Keadaan Dasar Laut

“Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah maka dia tidak mempunyai cahaya sedikitpun.” (QS AN NUR ayat 40)

Berdasarkan riset ilmiah, sinar matahari terdiri dari 7 warna. Warna merah yang memiliki panjang gelombang terpendek akan diserap sampai kedalaman kurang lebih 20 meter. Setelah itu tidak akan tampak warna merah yang berasal dari matahari. Warna biru yang panjang gelombangnya terpanjang hanya mencapai 200 meter. Di kedalaman berikutnya di dalam laut hanya diselimuti kegelapan.

9. QS AR RAHMAAN Ayat 19-20 Tentang Mukjizat Dasar Laut

“Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing” (QS AR RAHMAAN ayat 19-20)

Ayat tersebut berhubungan dengan penemuan sungai dalam gua di bawah laut di Cenote Angelita beberapa waktu silam oleh Anatoly Beloshchin.


10.   QS ATH THALAAQ Ayat 12 Tentang Lapisan Bumi

“Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) Bumi juga serupa.” (QS ATH THALAAQ ayat 12)

Riset ilmiah menyatakan bahwa bumi juga terdiri dari 7 lapisan seperti halnya langit yang memiliki 7 lapisan.

11. QS AN NABA Ayat 6-7 Tentang Lempengan Besar di Bumi
“Bukankah Kami telah menjadikan Bumi sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS AN NABA ayat 6-7)
Riset menunjukkan bahwa lapisan terluar dari bumi terdiri dari  banyak lempengan besar yaitu pasific, north america, south america, african, eurasian, australia, dan antartica. Lempengan tersebut mengalami pergeseran yang jika cukup besar akan dirasakan sebagai gempa bumi. Oleh karena itu Allah menciptakan gunung yang tertanam lebih dalam di bumi (pasak) agar lempengan-lempengan bumi yang bergeser tetap terjaga kestabilannya.

12. QS YUSUF Ayat 7 Tentang Pengelolaan Panen

“Dia (Yusuf) berkata, Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa, kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan" (QS YUSUF ayat 7)
Teknik memanen gandum yang efektif agar dapat bertahan lama yaitu dengan cara mempertahankan bulir gandum ditangkainya. Teknik ini dipakai oleh para petani sampai sekarang.

13.   QS AN NAHL Ayat 68 Tentang Binatang Lebah

“Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat manusia” (QS AN NAHL ayat 68)

Lebah merupakan salah satu binatang yang disebutkan dalam Al Quran yang mendapat ilham dari Allah. Salahs atu buktinya adalah kita dapat melihat lebah membangun sarang madu dalam bentuk heksagon (segi enam) karena para pakar meneliti bahwa memang pemanfaatan paling optimal  keseluruhan ruang tidak mungkin diperoleh dari bentuk selain heksagon.


14.   QS AN NAHL Ayat 66 Tentang Binatang Pemamah Biak

“Dan sungguh pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang berada dalam perut-perut (buthunihi) berupa susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya.” (QS AN NAHL ayat 66)

Meskipun ilmu pengetahuan baru dapat mengidentifikasi bahwa hewan pemamah biak memiliki banyak perut, hal ini sudah dijelaskan dalam Al Quran ayat di atas dengan penggunaan kosakata (butuhunihi) yang berarti perut-perut.

15. QS AL MU’MINUUN Ayat 12-14 Tentang Proses Penciptaan Manusia

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudia kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang Paling Baik.” (QS AL MU’MINUUN ayat 12-14)

Tidak ada penjelasan ya...karena ayat tersebut sudah sangat jelas.

16.   QS AL QIYAAMAH Ayat 3-4 Tentang Teknologi Sidik Jari

“Apakah menusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.” (QS AL QIYAMAAH ayat 3-4)

Setiap manusia memiliki kekhususan jari jemari yang berbeda antara manusia yang satu dengan lain, sehingga pada hari kiamat pun jari tangan tidak luput dari perhatian Allah untuk disusun kembali dan dimintakan pertanggungjawaban atas perilaku manusia tersebut karena hanya ada satu sidik jari tertentu untuk satu manusia.

17.   QS AN NAML Ayat 40 Tentang Informatika

“Seorang yang mempunyai ilmu dari kitab berkata “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya)” QS AN NAML ayat 40

Ayat di atas mengilhami inovasi teknologi informasi yang terus berkembang hingga sekarang. Mulai dari jaman dahulu adanya sms yang mampu mengirim pesan dalam hitungan detik, kemudian foto, akhirnya kini banyak sekali hal dari berbagai penjuru dunia yang dapat diakses via internet dalam hitungan detik saja.

18.   QS AL A’RAAF Ayat 142 Tentang Operasi Penjumlahan

“Dan kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam” (QS AL A’RAAF ayat 142)

Operasi penjumlahan yang berhasil dikaji dari ayat di atas adalah 30 + 10 = 40

19.   QS AL ANKABUUT Ayat 14 Tentang Operasi Pengurangan

“Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim” (QS AL ANKABUUT ayat 14)

Operasi pengurangan yang dikai dari ayat di atas adalah 1000 tahun – 50 tahun = ....

Pertanyaannya adalah mengapa tidak langsung ditulis daja hasilnya? Sebab, manusia senantiasa diperintahkan untuk berpikir dan menemukan ilmu-ilmu yang baru.

20.   QS AL BAQARAH Ayat 282 Tentang Akuntansi

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menjalankan sesuatu urusan dengan hutang piutang yang diberi tempoh hingga ke suatu masa yang tertentu, maka hendaklah kamu menulis (hutang dan masa bayarannya) itu. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulisnya dengan adil (benar). Dan janganlah seseorang penulis enggan menulis sebagaimana Allah telah mengajarkannya. Oleh itu, hendaklah ia menulis dan hendaklah orang yang berhutang itu merencanakan (isi surat hutang itu dengan jelas). Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangkan sesuatu pun dari hutang itu. Kemudian jika orang yang berhutang itu bodoh atau lemah atau ia sendiri tidak dapat hendak merencanakan (isi surat itu), maka hendaklah di rencanakan oleh walinya dengan adil (benar) dan hendaklah kamu mengadakan dua orang saksi lelaki dari kalangan kamu. Kemudian kalau tidak ada saksi dua orang lelaki, maka bolehlah, seorang lelaki dan dua orang perempuan dari orang-orang yang kamu setujui menjadi saksi, supaya jika yang seorang lupa dari saksi-saksi perempuan yang berdua itu maka dapat diingatkan oleh yang seorang lagi. Dan janganlah saksi-saksi itu enggan apabila mereka dipanggil menjadi saksi. Dan janganlah kamu jemu menulis perkara hutang yang bertempoh masanya itu, sama ada kecil atau besar jumlahnya. Yang demikian itu, lebih adil disisi Allah dan lebih membetulkan (menguatkan) keterangan saksi, dan juga lebih hampir kepada tidak menimbulkan keraguan kamu. Kecuali perkara itu mengenai perniagaan tunai yang kamu edarkan sesama sendiri, maka tiadalah salah jika kamu tidak menulisnya. Dan adakanlah saksi apabila kamu berjualbeli. Dan janganlah mana-mana jurutulis dan saksi itu disusahkan. Dan kalau kamu melakukan (apa yang dilarang itu), maka sesungguhnya yang demikian adalah perbuatan fasik (derhaka) yang ada pada kamu. Oleh itu hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah dan (ingatlah), Allah (dengan keterangan ini) mengajar kamu dan Allah sentiasa Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.” (QS AL BAQARAH ayat 282)

Surat Al Baqarah ayat 282 merupakan ayat terpanjang di Al Quran. Ayat tersebut mengkaji bagaimana utang-piutang seharusnya dicatat. Pencatatan dalam utang piutang ini mengilhami bagaimana sistem pencatatan dalam akuntansi dibentuk. Oleh karena itu ilmu akuntansi yang kebanyakan orang berpikiran bahwa akuntansi itu berasal atau ditemukan dari bangsa barat, sebenarnya ilmu ini telah ada pada kitab suci Al Quran jauh ribuan tahun sebelum itu.

Dapat kita jadikan pelajaran bersama, salah satu mukjizat terbesar Rasulullah yaitu Al Quran rupanya telah benar terbukti menjadi sumber segala ilmu pengetahuan sekaligus mukjizat terbesar bagi umat manusia sepanjang masa. Ayat-ayat di atas hanya beberapa sample kecil dari sekian banyak ayat yang telah berhasil dikaji. Sangat besar kemungkinannya juga bahwa di masa yang akan datang akan muncul lagi ilmu pengetahuan yang baru dimana ilmu tersebut telah lebih dahulu tersaji dengan sistematis dalam ayat-ayat Al Quran karena kebesaran Allah SWT.  
Subhanallah.
 

Tanda-Tanda Ikhwan/Akhwat Serius Nikah

Ikhwan:

  1. Tahu kapan masa berakhir khitbahnya. Ikhwan yang serius menikah, dia akan tahu kapan berakhir khitbahnya dan diakhiri dengan pernikahan. Tidak akan berani menelantarkan atau melakukan khitbah gantung.

  2. Tidak akan mengucap kata ‘cinta’ ‘sayang’ dan Ÿªňƍ sejenisnya. Ikhwan dan akhwat yang sedang terlibat khitbah adalah dua orang lawan jenis yang asing (ajnabi), tidak boleh diantara keduanya menyatakan cinta sebelum sah di pelaminan.
  3. Tahu dengan apa dia akan menafkahi. Seorang ikhwan yang mengajukan khitbah tentunya untuk menikahi, bukan hanya sekedar mencoba. Maka itu artinya, dia siap berposisi sebagai suami, penopang nafkah keluarga.
  4. Berani diajak bertemu orang tua. Seorang ikhwan yang serius mengkhitbah, dia tidak hanya berhenti di akhwatnya. Ketika diajak bertemu, bilang nanti dulu, diajak bertemu keluarga bilangnya nanti aja, maka itu tidak serius.
  5. Tidak akan menduakan khitbah. Jika dia serius maka dia akan selesaikan urusan khitbah dengan salah satu akhwat, baru kalo memang tidak cocok atau sudah ada jawaban bisa pindah atau khitbah akhwat lain.
——————–

Akhwat:

  1. Dari sisi usia sudah matang. Tidak selalu ditunjukkan dari digit angka usianya, tapi kedewasaanya menyikapi persoalan. Matang secara fisik maupun matang secara psikologis, sehingga ketika sudah menikah tidak lagi childist alias kekanak-kanakan.

  2. Mampu menjaga kehormatan dan kesuciannya. Kalo di masa khitbah/ta’aruf senengnya minta ampun diucapi kata sayang/cinta, maka dia hanya siap dicintai belum tentu siap dinikahi. Padahal kehormatan atau kemuliannya sebagai wanita akan tetap terjaga dengan menahan ucap kata cinta hingga sah di depan KUA.
  3. Mensegerakan meminta menemui walinya. Jadi tidak perlu berlama-lama kepada lawan jenis yang katanya serius menikahi, tapi memintanya untuk langsug datang ke walinya untuk melamar. Kalo berlama2 menikmati ‘masa indah’ berdua, itu tanda tidak serius
  4. Tidak bimbang bin galau dengan rejeki. Kalo ada wanita masih ragu2 dengan pekerjaan atau penghasilan calon suaminya, khawatir tidak cukup, itu bisa jadi pertanda dia belum yakin alias belum serius menikah. Baiknya mantapkan dulu.
  5. Belum bisa bedain mana merica dan mana ketumbar, bisanya hanya masak air + mie instan, itu juga tanda kayaknya belum siap nikah.
sumber  http://ide-inspirasi-nasihat.blogspot.com/2015/06/tanda-tanda-ikhwanakhwat-serius-nikah.html

[Kisah Nyata] Perempuan Gila Pesta, Masuk Islam dan Pakai Jilbab

Kebahagiaan sejati dan menemukan ketenangan hidup, adalah tujuan sejati manusia. Ia bisa ditemukan dengan beragam cara, misalnya berbuat kebaikan untuk sesama, pergi ke tempat sunyi untuk berkontemplasi, atau mendalami ajaran agama.

"Islam mengajarkan kesejatian cinta, bukan hasrat palsu dan nafsu."


Heather Matthews, penggila pesta yang kini berjilbab
Heather Matthews, penggila pesta yang kini berjilbab (Daily Mail|Shoot the Living)

Salah satunya dialami Heather Matthews (27), penampilannya berubah drastis, perempuan "gila pesta" dengan penampilan super-minim  kini berhijab atau mengenakan jilbab setelah memeluk agama Islam. Baginya Islam mengenalkannya pada kesejatian cinta dan kebahagiaan, yang tidak ia jumpai di gaya hidup lamanya.

Matthews, ibu dua anak itu, masuk Islam empat minggu lalu, dua bulan setelah pulang dari liburan di Ibiza. Ia kini bahkan mengatakan, foto-foto liburannya di Ibiza, tanpa jilbab, adalah sebuah bukti kekeliruan bagaimana dunia Barat mendefinisikan kecantikan.

"Aku melihat cara gadis-gadis masa kini berperilaku dan berdandan, mati-matian menciptakan imej untuk mereka tunjukkan pada orang lain, terutama para pria," kata dia. "Ini adalah soal menghormati diri sendiri. Jika Anda berpakaian dan berperilaku dengan cara tertentu, baik atau buruk, itu akan mempengaruhi cara orang memperlakukan Anda."

"Islam mengajarkan pada saya tentang kesejatian cinta, bukan hasrat palsu dan nafsu. Saat ini saya bahkan memandang perjodohan adalah hal yang logis."

Studi kelompok lintas agama, Faith Matters menemukan,  jumlah warga Inggris yang akhirnya memeluk agama Islam saat ini melewati angka 100.000, dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Laporan tersebut juga menyebut, dua per tiganya adalah perempuan, dengan rata-rata usia 27 tahun. Seperti halnya Matthews.

Jalannya menuju Islam diawali justru ketika ia meyakinkan mantan suaminya, Jerrome, yang baru saja menjadi muslim, bahwa Islam adalah agama yang salah. Ia yang curiga pada Islam, mulai banyak membaca untuk mendukung argumennya.

Meski mereka bercerai tahun lalu, Heather Matthews terus mempelajari Islam dan makin mengerti. Akhirnya, empat minggu lalu ia mengucap kalimat syahadat di depan ulama lokal. "Aku saat ini memiliki saudari-saudari muslim, mereka membelikan aku hijab dan buku-buku Islami untuk merayakannya. Ini luar biasa."

Keputusannya itu menimbulkan reaksi dari teman-teman dan keluarga. Juga kenalannya yang kebetulan berpapasan, ternganga melihat kepalanya berjilbab. "Saat memakai jilbab, aku bisa tersenyum pada orang, tanpa membuat mereka berpikir, itu godaan secara seksual," kata dia seperti dilansir Daily Mail.

Matthews juga sepakat dengan aturan Islam, yang melarang hubungan seks di luar pernikahan. Juga menyimpan kecantikan hanya untuk suami. Ia kini berhenti minum alkohol, hanya mengonsumsi makanan halal, dan berniat puasa penuh di Bulan Ramadhan.

Tak ada paksaan dalam beragama

Meski menemukan ketenangan dalam Islam, Matthews tak akan memaksakan agama barunya pada dua putrinya, Ellah (5) dan Halle (2) hasil pernikahannya dengan Jerrome. Ia memberi kesempatan pada dua putrinya untuk menemukan jalan hidupnya sendiri.

Seperti halnya dirinya. "Orang bisa saja berprasangka, aku dalam tekanan. Tapi tidak. Aku perempuan yang kuat, percaya diri, dan berpikiran bebas," kata dia. "Aku mungkin masuk kategori orang-orang yang dianggap tak mungkin masuk Islam."

Namun, Matthews yakin, ia tak menyesali keputusannya. "Mungkin mengejutkan, namun aku memilih Islam demi cinta dan kebahagiaan. Yang jelas hidupku telah berubah." (umi)
Heather Matthews

JILBAB ITU PENYELAMAT

JILBAB ITU PENYELAMAT ※
Benar..
Berjilbab belum tentu baik imannya.
Akan tetapi wanita yang baik iman sudah pasti berjilbab bukan?
Benar..
Menutup aurat bukan jaminan nggak pernah berbuat dosa.
Akan tetapi menutup aurat sudah pasti mengurangi dosa.
Minimal telah menggugurkan dosa kewajiban menutup aurat.!
Benar..
Berjilbab nggak jaminan selalu dekat dengan Allah.
Akan tetapi yang pasti ia ingin mendekat kepada Allah.
"MENDING NGGAK BERJILBAB KALAU KELAKUAN MASIH PENUH MAKSIAT!"
Nah..
Ini kalimat yang menyesatkan.
Serupa dengan ajakan setan.
Yang baik diperlihatkan jelek.
Yang jelek diperlihatkan baik.
Berjilbab itu adalah untuk memperjelas jati diri.
Melindungi kehormatan dan kemuliaan yang tak akan terganti Kelak.
Jibab menentukan pasangan hidupmu.
Karena wanita yang taat sangat berhak punya pendamping yang
taat.
Itu janji Allah.
Bukan hanya pemanis kata-kata tanpa makna..
Jilbab itu adalah penjaga diri bagi lelaki yang jahat.
Dan jilbab adalah perhiasan terindah bagi lelaki yang taat.
Kenapa mesti berjilbab?
Karena itu adalah perintah-Nya.
Karena itu akan melindungi wanita dari lelaki yang suka maksiat..
Wahai Sahabat,,,Apakah Kalian SETUJU,,,,,,,??
*Jangan Lupa di-Bagikan yaa..*
〃Salam Santun Ukhuwa Fillah〃

sumber  https://www.facebook.com/RKIINSPIRATIF/posts/10151526448896268

MEJA KAYU


Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.
Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.
Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.
Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.
Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.
**********************************************************************
Sahabat, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka ada peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “bangunan jiwa” yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.
Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.

sumber https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=869163393154228&id=344500512287188&substory_index=0

Apakah Tuhan menciptakan kejahatan

Apakah Tuhan menciptakan kejahatan
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantanG mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,
"Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?""Tentu saja," jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"
Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya.
Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara - perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
"Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih sayang Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."
Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

SEMANGKA PUCAT

#Humor


Ceritanya, Boim ingin membawakan oleh-oleh semangka buat istri tercinta yang baru dinikahinya sepekan lalu.
Sepulang kerja, dengan Vespa butut hasil warisan ayahnya, mampirlah Boim ke pasar buah di dekat rumahnya.
Boim langsung menuju seorang pedagang semangka yang rupanya berasal dari Madura.
"Kak, berapa harga sekilo semangka tanpa biji," tanya Boim.
"Tiga ribu lima ratus," jawab si pedagang.
"Mahal amat," timpal Boim.
"Tidak mas, semangka ini kualitas nomor satu. sudah tanpa biji, saya jamin pasti manis dan segar rasanya. Lihat saja warnanya yang merah,"
tegas si pedagang sambil memperlihatkan contoh buah semangka yang sudah dibelah.
Tanpa pikir lagi, Boim langsung memilih semangka yang kira-kira beratnya dua kilo.
Setelah transaksi, Boim menstater dan melarikan Vespanya bak pembalap GP5000 karena ingin secepatnya tiba di rumah.
Naas, di sebuah perempatan tak jauh dari rumahnya, Boim terlibat kecelakaan.
Dan, semangka yang baru dibelinya pecah berantakan di jalan.
Herannya, Boim tampak marah dan merasa tertipu setelah melihat buah semangka ternyata berwarna putih yang menandakan rasanya tidak manis dan kurang segar.
Dengan kemarahan luar biasa, Boim kembali ke pedagang buah tempatnya membeli semangka.
"Kak, sampeyan ini jualan kok menipu. Semangka gak enak, kok digembar-gemborkan manis dan segar. Ayo kembalikan uang saya,"
damprat Boim sambil memperlihatkan buah semangka yang hancur.
"Lho, sebentar. memangnya apa yang terjadi, kok semangka ini hancur berantakan," ujar si pedagang.
"Untung, sebelum sampai di rumah, saya kecelakaan, sehingga tahu bahwa semangka yang sampeyan jual ternyata gak sesuai promosi," jelas Boim.
"Sampeyan ini gimana sih. Orang saja kalau jatuh dari sepeda motor pasti pucat kok, apalagi semangka. Ya pasti pucat,"


sumber https://www.facebook.com/344500512287188/photos/a.353212418082664.81184.344500512287188/869164059820828/?type=1&theater

Sudah Siapkah Ketika Orang Tua Kita Jujur

kisah oleh Hilman Rosyad Syihab, kami ambil dari sebuah group LDK di WA, semoga menginspirasi....
Kemarin lalu, saya bertakziah mengunjungi salah seorang kerabat yang sepuh. Umurnya sudah 93 tahun. Beliau adalah veteran perang kemerdekaan, seorang pejuang yang shalih serta pekerja keras. Kebiasaan beliau yang begitu hebat di usia yang memasuki 93 tahun ini, beliau tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid untuk Maghrib, Isya dan Shubuh.
Qadarallah, beliau mulai menua dan tidak mampu bangun dari tempat tidurnya sejak dua bulan lalu. Sekarang beliau hanya terbaring di rumah dengan ditemani anak-anak beliau. Kesadarannya mulai menghilang. Beliau mulai hidup di fase antara dunia nyata dan impian. Sering menggigau dan berkata dalam tidur, kesehariannya dihabiskan dalam kondisi tidur dan kepayahan.
Anak-anak beliau diajari dengan cukup baik oleh sang ayah. Mereka terjaga ibadahnya, berpenghasilan lumayan, dan akrab serta dekat. Ketika sang ayah sakit, mereka pun bergantian menjaganya demi berbakti kepada orangtua.
Namun ada beberapa kisah yang mengiris hati; kejadian jujur dan polos yang terjadi dan saya tuturkan kembali agar kita bisa mengambil ibrah.
Terkisah, suatu hari di malam lebaran, sang ayah dibawa ke rumah sakit karena menderita sesak nafas. Malam itu, sang anak yang kerja di luar kota dan baru saja sampai bersikeras menjaga sang ayah di kamar sendirian. Beliau duduk di bangku sebelah ranjang. Tengah malam, beliau dikejutkan dengan pertanyaan sang ayah,
"Apa kabar, pak Rahman? Mengapa beliau tidak mengunjungi saya yang sedang sakit?" tanya sang ayah dalam igauannya.
Sang anak menjawab, "Pak Rahman sakit juga, Ayah. Beliau tidak mampu bangun dari tidurnya." Dia mengenal Pak Rahman sebagai salah seorang jamaah tetap di masjid.
"Oh...lalu, kamu siapa? Anak Pak Rahman, ya?" tanya ayahnya kembali.
"Bukan, Ayah. Ini saya, Zaid, anak ayah ke tiga."
"Ah, mana mungkin engkau Zaid? Zaid itu sibuk! Saya bayar pun, dia tidak mungkin mau menunggu saya di sini. Dalam pikirannya, kehadirannya cukup digantikan dengan uang," ucap sang ayah masih dalam keadaan setengah sadar.
Sang anak tidak dapat berkata apa-apa lagi. Air mata menetes dan emosinya terguncang. Zaid sejatinya adalah seorang anak yang begitu peduli dengan orangtua. Sayangnya, beliau kerja di luar kota. Jadi, bila dalam keadaan sakit yang tidak begitu berat, biasanya dia menunda kepulangan dan memilih membantu dengan mengirimkan dana saja kepada ibunya. Paling yang bisa dilakukan adalah menelepon ibu dan ayah serta menanyakan kabarnya. Tidak pernah disangka, keputusannya itu menimbulkan bekas dalam hati sang ayah.
Kali yang lain, sang ayah di tengah malam batuk-batuk hebat. Sang anak berusaha membantu sang ayah dengan mengoleskan minyak angin di dadanya sembari memijit lembut. Namun, dengan segera, tangan sang anak ditepis.
"Ini bukan tangan istriku. Mana istriku?" tanya sang ayah.
"Ini kami, Yah. Anakmu." jawab anak-anak.
"Tangan kalian kasar dan keras. Pindahkan tangan kalian! Mana ibu kalian? Biarkan ibu berada di sampingku. Kalian selesaikan saja kesibukan kalian seperti yang lalu-lalu."
Dua bulan yang lalu, sebelum ayah jatuh sakit, tidak pernah sekalipun ayah mengeluh dan berkata seperti itu. Bila sang anak ditanyakan kapan pulang dan sang anak berkata sibuk dengan pekerjaannya, sang ayah hanya menjawab dengan jawaban yang sama.
"Pulanglah kapan engkau tidak sibuk."
Lalu, beliau melakukan aktivitas seperti biasa lagi. Bekerja, shalat berjamaah, pergi ke pasar, bersepeda. Sendiri. Benar-benar sendiri. Mungkin beliau kesepian, puluhan tahun lamanya. Namun, beliau tidak mau mengakuinya di depan anak-anaknya.
Mungkin beliau butuh hiburan dan canda tawa yang akrab selayak dulu, namun sang anak mulai tumbuh dewasa dan sibuk dengan keluarganya.
Mungkin beliau ingin menggenggam tangan seorang bocah kecil yang dipangkunya dulu, 50-60 tahun lalu sembari dibawa kepasar untuk sekadar dibelikan kerupuk dan kembali pulang dengan senyum lebar karena hadiah kerupuk tersebut. Namun, bocah itu sekarang telah menjelma menjadi seorang pengusaha, guru, karyawan perusahaan; yang seolah tidak pernah merasa senang bila diajak oleh beliau ke pasar selayak dulu. Bocah-bocah yang sering berkata, "Saya sibuk...saya sibuk. Anak saya begini, istri saya begini, pekerjaan saya begini." Lalu berharap sang ayah berkata, "Baiklah, ayah mengerti."
Kemarin siang, saya sempat meneteskan air mata ketika mendengar penuturan dari sang anak. Karena mungkin saya seperti sang anak tersebut; merasa sudah memberi perhatian lebih, sudah menjadi anak yang berbakti, membanggakan orangtua, namun siapa yang menyangka semua rasa itu ternyata tidak sesuai dengan prasangka orangtua kita yang paling jujur.
Maka sudah seharusnya, kita, ya kita ini, yang sudah menikah, berkeluarga, memiliki anak, mampu melihat ayah dan ibu kita bukan sebagai sosok yang hanya butuh dibantu dengan sejumlah uang. Karena bila itu yang kita pikirkan, apa beda ayah dan ibu kita dengan karyawan perusahaan?
Bukan juga sebagai sosok yang hanya butuh diberikan baju baru dan dikunjungi setahun dua kali, karena bila itu yang kita pikirkan, apa bedanya ayah dan ibu kita dengan panitia shalat Idul Fitri dan Idul 'Adha yang kita temui setahun dua kali?
Wahai yang arif, yang budiman, yang penyayang dan begitu lembut hatinya dengan cinta kepada anak-anak dan keluarga, lihat dan pandangilah ibu dan ayahmu di hari tua. Pandangi mereka dengan pandangan kanak-kanak kita. Buang jabatan dan gelar serta pekerjaan kita. Orangtua tidak mencintai kita karena itu semua. Tatapilah mereka kembali dengan tatapan seorang anak yang dulu selalu bertanya dipagi hari, "Ke mana ayah, Bu? Ke mana ibu, Ayah?"
Lalu menangis kencang setiap kali ditinggalkan oleh kedua orangtuanya.
Wahai yang menangis kencang ketika kecil karena takut ditinggalkan ayah dan ibu, apakah engkau tidak melihat dan peduli dengan tangisan kencang di hati ayah dan ibu kita karena diri telah meninggalkan beliau bertahun-tahun dan hanya berkunjung setahun dua kali?
Sadarlah wahai jiwa-jiwa yang terlupa akan kasih sayang orangtua kita. Karena boleh jadi, ayah dan ibu kita, benar-benar telah menahan kerinduan puluhan tahun kepada sosok jiwa kanak-kanak kita; yang selalu berharap berjumpa dengan beliau tanpa jeda, tanpa alasan sibuk kerja, tanpa alasan tiada waktu karena mengejar prestasi.
Bersiaplah dari sekarang, agar kelak, ketika sang ayah dan ibu berkata jujur tentang kita dalam igauannya, beliau mengakui, kita memang layak menjadi jiwa yang diharapkan kedatangannya kapan pun juga.
Smoga mnjadi bahan renungan bagi kita semua.
Semoga bermanfaat dan Salam Ukhuwah


sumber http://www.kisahinspirasi.com/2014/10/sudah-siapkah-ketika-orangtua-kita.html

Kisah Insipirasi Muslimah Yang Tak Mau Berhijab

Kisah Insipirasi Muslimah Yang Tak Mau Berhijab

Hallo teman2 ! . Ketemu lagi sama mimin ya muehehe, semoga ga bosen ya liat post-post an mimin semuanya, wk :p. Kali ini, min mau ngepost tentang kisah seorang wanita muslimah yang tidak bisa menggapai surganya hanya karena dia menunda-nunda berhijab. Alasannya ya seperti biasa, menunggu siap, menata hati, memperbaiki kelakuan dulu. Ya, itulah beberapa alasannya. Wah, alasan-alasan tersebut seakan-akan kita ini yang memegang kendali atas takdir lho. Nah, kalau sampai malaikat izrail diperintahkan untuk memanggil duluan gimana dong? Kan sayang banget! Belum sempat berhijab, dan memperbaiki diri eh udah dipanggil. Naudzubillah.

Mangkanya, yuk disimak cerita muslimah ini. Semoga bermanfaat ya. Check this out ^^v

Al-Kisah diceritakan, ada seorang wanita yang dikenal taat dalam beribadah. Dia sangat rajin melakukan ibadah wajib maupun sunnah. Hanya ada satu kekurangannya, ia tak mau berhijab menutupi auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum, seraya menjawab : "In Shaa Allah, yang terpenting hati dulu yang berjilbab". Sudah banyak orang yang menanyakan maupun menasihatinya. Tapi jawabannya tetap sama.


Hingga suatu malam ia bermimpi sedang berada disebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau. Berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai sangat yang sangat jernih. Airnya kelihatan melintas dipinggir taman. Semilir angin pun ia rasakan disela-sela jarinya. Ada beberapa wanita disitu yang terlintas juga menikmati pemandangan keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita tersebut. Wajahnya sangat bersih seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.

"Assalamu'alaikum saudariku...". "Wa'alaikumsalam, selamat datang wahai saudariku". "Terimakasih, apakah ini syurga?".

Wanita itu tersenyum. "Tentu saja bukan wahai saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum syurga." "Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya syurga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini". Wanita itu tersenyum lagi, kemudiang bertanya "Amalan apa yang bisa membuatmu kembali wahai saudariku?". "Aku selalu menaga shalat dan aku menambah dengan ibadah-ibadah sunnah, Alhamdulillah."


Tiba-tiba jauh diujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka, dan ia melihat beberapa wanita yang ditaman tadi mulai memasukinya satu persatu.
"Ayo, kita ikuti mereka!" kata wanita itu sambil setengah berlari. "Apa dibalik pintu itu?". "Tentu saja syurga wahai saudariku...". Larinya semakin cepat. "Tunggu....tunggu aku." Ia berlari sekencang-kecangnya namun tetap tertinggal.

Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Namun ia tetap saja tidak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari sekuat tenaga. Lalu, ia berteriak, "Amalan apa yang engkau lakukan sehingga engkau tampak begitu ringan?"
"Sama denganmu wahai saudariku." jawab wanita itu sambil tersenyum.
Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, "Amalan apalagi yang engkau lakukan yang tidak aku lakukan?"

Wanita itu menatapnya dan tersenyum lalu berkata, "Apakah engkau tidak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dari diriku?"
Ia sudah kehabisan nafas, dan tak mampu lagi menjawab. "Apakah engkau mengira bahwa Rabb-mu akan mengizinkanmu masuk ke surga-Nya tanpa hijab penutup aurat?" Kata wanita itu.

Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar memandangnya dan berkata, "Sungguh disayangkan, amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Cukuplah surgamu hanya sampai dihatimu karena niatmu adalah menghijabi hati."

Ia tertegun, lalu terbangun dari tidurnya. Ia beristighfar lalu mengambil wudhu. Ia tunaikan shalat malam, menangis dan menyesali perkataannya dahulu. Dan sekarang ia berjanji sejak saat ini ia akan menutup auratnya.


"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Ahzab: 59)


Nah, tunggu apalagi?Apakah muslimah sekalian masih berfikir untuk menggunakan jilbab? Jangan sampai ajal menjemput kita sebelum kita bertaubat. Naudzubillah.
Demikian kisah insiprasi muslimah, semoga bermanfaat dan membuka mata hati kita kalau ALLAH SWT telah benar-benar membuat peraturan yang melindungi umat-Nya dari segala keburukan/kemunafikan/kedzaliman dimuka bumi ini. Wallahu'alam Bissawab. Mohon maaf kalau kurang berkenan, dan ada yang salah dalam post mimin kali ini. Manusia tempatnya dosa dan salah, hanya ALLAH SWT yang Maha Sempurna. Terimakasih, wassalamu'alaikum :).

Sebuah batu kecil

Kisah Inspiratif – Sebuah batu kecil

Di suatu daerah pegunungan, sesosok pemuda sedang mempersiapkan bekal untuk perjalanan ke desa lain. Desa itu cukup jauh, harus melawati hutan-hutan dan gua. Pemuda itu hanya mampu membawa bekal untuk sekali perjalanan.
Saat pemuda itu memulai perjalanan, ia bertemu pengemis tua dengan pakaian penuh robek dan kumuh. Karena pemuda itu hanya mempunyai bekal secukupnya, dia pura-pura tidak melihat pegemis tua tersebut, dan berjalan melewatinya.
Tiba-tiba sang pengemis tua itu berkata, “Hai pemuda, ketika engkau melawati sebuah gua, ambil batu disekitarmu sebanyak-banyaknya!”
Pemuda itu cukup kaget, akan tetapi dia tetap tidak memperhatikannya, “alah, dasar pengemis, mau minta perhatian saja, paling dia mau minta sedekah.” Pikirnya.
Perjalanan pemuda itu dilanjutkan hingga hari sudah mulai malam. Ia pun harus mempercepat perjalanannya, karena dia harus melewati sebuah gua yang sangat gelap.
Ketika masuk ke dalam gua, ia teringat akan pesan pengemis tua. “ah, ngapain saya menuruti kata-kata pengemis tua itu!, lagipula ngapain saya harus membawa batu-batu di gua ini, menambah beban saya aja, mungkin pengemis itu sudah gila kali” keluhnya. Pemuda itu berjalan sambil meraba-raba karena gelapnya gua itu.
Sesaat kemudian di berfikir kembali, “Mungkin ada benarnya kata pengemis tua itu…” ia mulai penasaran dengan pesan pengemis tadi. Pemuda itupun mengambil sebuah batu kecil dan dimasukan ke saku celana.
Perjalanan panjang telah ia lalui, setelah melewati gua, ia mengarungi lembah, melewati gunung, hingga ta terasa bekal habis. Ia memaksa berjalan, walau perut kelaparan.
Akhirnya ia sampai juga di desa tujuannya, dan langsung ambruk tertidur di bawah sebuah pohon. Ia tertidur pulas. Tak lama kemudian, disaat berganti posisi, ia bangun, terasa ada yang mengganjal di celananya. “Ah, dasar bodohnya aku ini, aku membawa kemana-mana batu kecil tak berguna ini, menuruti kata-kata pengemis gila itu! Ku buang aja!” katanya dengan kesal.
Ketika akan membuang batu itu, terlihat batu itu berkilauan, memantulkan cahaya. Mata pemuda itu langsung terbelalak. “hah….., batu ini emas!” matanya melototi batu yang dipegangnya.
“ah…., andaikan saja……”


dikutip dari : http://lifeblogid.com/2015/01/03/kumpulan-cerita-motivasi-kehidupan-dan-kisah-inspiratif-bijak/12/

-----:: Pelita si Buta ::-----


Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.
Melihat hal itu, orang buta tersebut terbahak dan berkata, "Buat apa saya bawa pelita ? Kan sama saja buat saya ! Saya bisa pulang kok."
Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.
Tak berapa lama dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, "Hei, kamu kan punya mata ! Beri jalan buat orang buta dong !" Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.
-----***-----
Kemudian orang buta tersebut melanjutkan perjalanan. Tak berapa lama, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta bertambah marah, "Apa kamu buta ? Tidak bisa lihat ya ? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat !"
Pejalan itu menukas, "Kamu yang buta ! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam !"
Si buta tertegun. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, "Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta."
Si buta tersipu menjawab, "Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya." Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanannya masing-masing.
-----***-----
Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta tersebut. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, "Maaf, apakah pelita saya padam ?"
Penabraknya menjawab, "Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama."
Senyap sejenak. Secara berbarengan mereka bertanya, "Apakah Anda orang buta ?"
Secara serempak pun mereka menjawab, "Iya.," sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.
-----***-----
Ketika mereka sedang mencari pelita mereka, lewatlah seseorang. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran dalam benak orang ini, "Sepertinya saya perlu membawa pelita, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka."
Refleksi Hikmah :
Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan !).
Si buta pertama, mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, TIDAK SADAR bahwa LEBIH BANYAK JARINYA yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan "pulang", ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.
Penabrak pertama, mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk "membuta" walaupun sebenarnya mereka bisa melihat.
Penabrak kedua, mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.
Orang buta kedua, mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.
Orang terakhir yang lewat, mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.
Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing ? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam ? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.
---------- www.alkisaah.blogspot.com ----------