Pages

Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2015

Menelusuri Wisata Goa Kreo Di Semarang

Goa Kreo Semarang - Kota Semarang merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Dengan tingkat kepadatan yang lumayan tinggi, kota ini penuh dengan hiruk pikuk keramaian. Kendati demikian tak jauh dari keramaian kota dan padatnya lalu lintas, ada sebuah tempat wisata yang masih asri dan juga penuh misteri. Tempat itu adalah Goa Kreo, sebuah tempat yang berada sekitar 8 Km dari Tugu Muda Semarang atau lebih tepatnya di dusun Talun Kacang, Desa Kandri, Kecamatan Gunung Pati. Di sekitar goa kreo ini masih terdapat hutan alami dengan kera-kera liar didalamnya. Tempat ini juga memiliki sejarah panjang yang melatar belakanginya. Konon di tempat inilah sunan kalijaga mencari kayu jati untuk mendirikan Masjid Agung Demak. Seperti apa cerita lengkapnya? simak ulasan berikut ini:

goa kreo semarang

Sejarah Goa Kreo Semarang
Tempat wisata yang penuh misteri ini diyakini oleh penduduk sekitar bahwa Sunan Kalijaga pernah mencari kayu jati disini. Melihat segerombolan Kera, kemudian Sunan Kalijaga menyuruhnya untuk menjaga kayu-kayu tersebut. Kata "Kreo" berasal dari Mangreho yang berarti peliharalah atau jagalah. Kata kreo inilah yang kemudian dijadikan nama goa disini. Kera-kera yang ada disekitar Goa Kreo dianggap sebagai penunggu kawasan wisata di semarang yang satu ini. Monyet-monyet tersebut memiliki ekor panjang dan tergolong dalam jenis Macaca Fascularis. Jenis monyet ini termasuk jinak dan bisa bergaul dengan orang khususnya warga disekitar. 
anak tangga menuju goa kreo
Berkeliling Di Goa Kreo
Untuk menuju mulut Goa, setiap pengunjung harus melewati puluhan anak tangga yang cukup melelahkan. Di sebelah utara Goa terdapat sebuah air terjun yang memiliki air jernih dari berbagai sumber mata air. Apabila musim kemarau tiba, air tersebut tidak pernah habis. Saat sobat berkeliling disini, jangan kaget kalau ada segerombolan kera yang datang. Namun jangan takut karena kera-kera ini tidak liar. Sobat bisa bercanda dengan kera-kera ini dan memberinya makan. Sesaat setelah melewati pintu masuk sobat juga bisa menikmat i indahnya waduk jati barang. Goa Kreo sendiri letaknya diatas bukit. Untuk memasukinya tentu sobat harus membawa alat penerangan yang cukup karena didalanya tentu saja gelap gulita. Di depan Goa, sobat bisa menikmati indahnya pemandangan disekitar, pasalnya disini telah dibangun pelataran yang lumayan luas. Meski sebenarnya sobat berada diatas jurang, namun tidak begitu menyeramkan. Duduk-duduk santai menikmati hembusan angin yang menyegarkan dengan pemandangan disekitar yang memukai, tentu saja bisa menjadi obat lelah setelah menaiki anak tangga yang cukup banyak.
waduk jati barang goa kreo
Goa Kreo di semarang ini buka jam 08.00 sampai 18.00 WIB. Tempat wisata di semarang ini memang cukup lengkap, selain Goa, sobat juga bisa menikmati air terjun dan sebuah waduk. Namun yang cukup disayangkan adalah akses menuju lokasi yang dirasa masih kurang.

Sabtu, 13 Juni 2015

Pesona Pulau Papua

Festival Asmat

November 9, 2010
DZJSR8XQS27X
Suku Asmat sangat terkenal di Manca Negara karena seni patungnya, sangat Unik, Artistik dan mempesona, dan dapat  dikatakan bahwa patung tersebut  merupakan hasil karya budaya dunia.

Ribuan ukiran seni patung bernilai tinggi karya putra-putri suku Asmat, Papua, mendominasi acara pesta budaya suku Asmat yang berlangsung pada setiap awal oktober, dan pada festifal tahun 2008 di Agats, Asmat, 6-12 Oktober 2008.
Pesta budaya suku Asmat tahun 2008 merupakan penyelenggaraan ke-25. Semenjak festival ini mulai diperkenalkan kepada publik tahun 1981 atas prakarsa Uskup Alfonsus Suwada OSC, uskup pertama di Keuskupan Agats-Asmat, patung selalu mendominasi.
Selain menampilkan ukiran seni patung, pesta budaya Asmat , juga menampilkan atraksi tarian dan lagu yang dibawakan oleh kelompok penari tifa dari ratusan kampung.
Pada puncak pesta budaya Asmat, selalu , digelar lelang dua ratusan  ukiran Asmat bernilai tinggi yang merupakan ukiran terbaik hasil seleksi panitia. dan selalu lebih 50 % terjual  dengan nilai transaksi mencapai ratusan juta sampai Miliaran rupiah.
Ukiran termahal terjual seharga Rp 30 juta yang merupakan karya Yohanis Taonban dari Kampung Atsj, Distrik Atsj. Ukiran yang mengungkapkan cerita masyarakat suku Asmat melakukan aktivitas memangkur sagu (tanaman yang menjadi makanan pokok penduduk setempat) sambil menabuh tifa serta mencari ikan di tepi pantai tersebut dibeli oleh Bupati Merauke, Yohanes Gluba Gebze, yang sengaja datang ke Agats untuk menghadiri pesta budaya suku setempat. (2008)
Untuk mencapai Asmat, para turis harus menyinggahi Timika. Selanjutnya, dengan menggunakan pesawat perintis menuju Distrik Ewer dengan waktu tempuh 40-45 menit. Dari Ewer harus menempuh perjalanan menggunakan speedboat selama 15-20 menit ke Agats.

Festival Maritim Raja Ampat Papua
November 9, 2010
Festival Maritim Raja Ampat Papua
Festival Bahari Raja Ampat dipusatkan di ibukota Kabupaten Raja Ampat, Waisasi, di Pulau Waigeo. Atraksi utama festival itu akan bersandar pada wisata bahari, di antaranya penyelaman di situs yang masuk dalam 10 besar terindah dunia.

Kabupaten Raja Ampat di Provinsi Papua Barat sepertinya ingin tetap mempertahankan pamornya sebagai kawasan bahari yang kaya akan potensi alam, budaya, dan seni. Pada ulang tahun Kabupaten Raja Ampat ke-7
Festival Bahari digelar di sekitar ibu kota kabupaten di Waisai, sekitar 3 jam menumpang speedboat dari Kota Sorong. Festival ini mengundang kabupaten lain di Papua yang memiliki pantai untuk berpartisipasi. Selain itu, kabupaten tetangga seperti Wakatobi juga turut diminta memeriahkan kegiatan ini.
Beberapa rincian festival yaitu Lomba Foto Bawah Laut, Lomba Perahu Dayung, orientasi bawah air, olahraga pantai seperti voli dll, dan atraksi budaya lokal. Atraksi budaya lokal akan ditampilkan oleh masyarakat Raja Ampat dan peserta dari kabupaten lain.
masyarakat setempat siap mempertontonkan perahu tradisionalnya yang digunakan nenek moyangnya untuk mengarungi lautan. Masyarakat Raja Ampat juga akan mempertontonkan kebiasaan mengonsumsi buah
wisatawan dapat melanjutkan kunjungan dengan mendatangi berbagai lokasi wisata alam Raja Ampat yang terkenal sebagai untaian jamrud di Papua. Ini karena Raja Ampat terdiri dari ratusan pulau-pulau kecil.
Masakan dan wisata kuliner Ulat Sagu bakar, Papeda dan seafood kuliner unik dari Papua. dalam festival Maritim ini juga ditampilkan Wisata Kuliner khas Papua, banyak macam masakan tradisional papua dihadirkan disini.
Festival Bahari Raja Ampat diagendakan menjadi kegiatan tahunan untuk meningkatkan arus wisatawan. Saat ini, di Papua terdapat Festival Lembah Baliem di Wamena Kabupaten Jayawijaya, Festival Asmat, Festival Kamoro di Timika, dan Festival Danau Sentani di Jayapura
lihat juga Perairan Raja Ampat
sumber : alambudaya.blogspot.com

Festival Lembah Baliem

November 9, 2010
Festival Lembah Baliem
Festival budaya selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik dan mancanegara. Pengetahuan baru tentang budaya etnis tertentu dan semarak pertunjukan kesenian tradisionalnya tentu mengundang decak kagum terutama bagi para pengunjung festival yang belum pernah melihatnya.
??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
festivallembahbaliem5festivallembahbaliem4festivallembahbaliem3festivallembahbaliem6
festivallembahbaliem1












Bagi Anda yang senang menghadiri festival seperti itu, sangat direkomendasikan untuk datang ke Festival Lembah Baliem
Festival Lembah Baliem menampilkan tari-tarian adat khas masing-masing suku. Para pengunjung melihat keunikan corak yang terlukis di wajah dan badan para penarinya.
Ada pula aksi lempar tombak yang didemonstrasikan oleh warga suku di sana. Menariknya, pengunjung pun diperbolehkan untuk ikut mencoba lempar tombak ini. Selain melempar tombak, pengunjung juga akan diajarkan cara memanah ala masyarakat Papua yang sehari-harinya biasa berburu. Tombak dan panah secara kultural memang sangat dekat dengan kehidupan penduduk asli Lembah Baliem.
Pengunjung juga bisa melihat dan masuk ke dalam Honai, rumah adat Papua, yang selama ini mungkin hanya bisa dilihat gambarnya di buku ataupun televisi.
Festival Lembah Baliem  memperlihatkan keunikan budaya asli Papua.
Lihat juga Wisata  Lembah Baliem

Festival Danau Sentani

November 9, 2010
Festival Danau Sentani (FDS) ke-3 tahun 2010 digelar di Pantai Kalkhote, salah satu kawasan wisata menarik di bibir pantai Danau Sentani, Kabupaten Jayapura yang terletak sekitar 30 km utara Kota Jayapura mulai Sabtu, 19 Juni 2010.
Situasi di dalam Kota Sentani serta jalan poros Jayapura-Bandara Sentani tampak meriah dengan umbul-umbul FDS. Masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di Papua dan Papua Barat yang akan memeriahkan acara ini telah memadati Kota Sentani dan Jayapura sehingga tidak ada kamar hotel yang kosong.
Itu sebabnya, kata Habel, FDS 2010 ini tidak hanya menampilkan orang-orang Sentani dari 18 sub etnis di Jayapura tetapi juga dari berbagai kabupaten/kota di Papua seperti Raja Ampat, serta dari Maluku, Makassar, Tanah Toraja, Jawa, dan Sumatera.
Dunia Kenal Papua Melalui Festival Danau Sentani
Dunia Kenal Papua Melalui Festival Danau Sentani
Festival Danau Sentani. (sentanilakefestival.com)
Pesta akbar budaya yang digelar setiap tahun di Kabupaten Jayapura, Papua yang dikenal dengan sebutan “Festival Danau Sentani” (FDS) merupakan ajang untuk memperkenalkan tanah Papua kepada masyarakat internasional sehingga tepat dikatakan “Dunia mengenal Papua melalui Festival Danau Sentani”.
Festival Danau Sentani tahun ini merupakan pesta budaya rakyat Papua yang digelar untuk ketiga kalinya setelah pada tahun 2008 digelar pertama kali di kawasan wisata budaya Kalkote, bibir Danau Sentani dengan tema FDS tahun 2010 adalah “Loving Culture For Our Future” .
Pelaksanaan FDS 2010 digelar dengan nuansa unik dan inovatif melalui tiga konsep utama yaitu konsep pagelaran yakni atraksi dan lomba budaya khas Papua, konsep pameran yakni promosi, investasi dan perdagangan dan ketiga adalah konsep wisata yakni tour yang menarik dengan menikmati panorama Danau Sentani yang indah, mengunjungi kampung wisata Tablanusu serta tempat wisata lainnya.
Papua memiliki kekayaan alam yang luar biasa juga kaya dengan budayanya. Banyak orang di dunia belum mengetahui Papua dengan segala kekayaannya itu sehingga kita harus memperkenalkan Papua melalui program kepariwisataan dengan menyelenggarakan festival budaya seperti ini.
Membangun Papua dengan konsep yang besar karena memang Papua punya potensi yang besar, baik potensi alam maupun budayanya. Semua ekosistem di bumi menyatu di Bumi Cenderawasih ini dengan taman Lorentznya.
Tidak ada bagian di bumi ini yang memiliki kekayaan species yang sangat besar selain di tanah Papua. “Banyak orang di dunia belum tahu akan kekayaan itu
Di daerah Memberamo yang dialiri Sungai Memberamo terdapat begitu banyak species tetapi hingga hari ini belum ada satu pun wisatawan yang berkunjung ke Sungai Memberamo itu.
Papua juga, lanjutnya memiliki 250 suku dengan 250 bahasa. Ini merupakan kekayaan yang luar biasa. Kita dapat mengenal masyarakatnya jika kita mengetahui bahasanya.
“Bahasa membuka tabir untuk mengenal manusia dan kebudayaan. Apabila anda tidak memahami bahasa maka anda pun tidak mengerti masyarakatnya. Kita harus mulai dari hal yang kecil walaupun belum sempurna,” katanya.
Di Danau Sentani dikembangkan perikanan air tawar. Terdapat 29 species ikan air tawar dan tiga di antaranya merupakan species asli Danau Sentani. Ikan Gabus merupakan salah satu species asli danau Sentani yang tidak terdapat di daerah atau negara lain di dunia.

di kutip dari :  https://wisatapapua.wordpress.com/

Pantai Goa China Wisata Mempesona

Pantai Goa China, Wisata Mempesona di Malang Selatan

Pantai Goa China, Wisata Mempesona di Malang Selatan, Pantai Goa China, sunset Pantai Goa China, wisata Pantai Goa China, rute Pantai Goa China, tempat Pantai Goa China, lokasi Pantai Goa China, tempat Pantai Goa China, malang Pantai Goa China, sitiarjo Pantai Goa China, Pantai Goa China sumber manjing wetan, Pantai Goa China mempesona, Pantai Goa China indah, Pantai Goa China alami, Pantai Goa China pasir putih, harga tiket Pantai Goa China, akses jalan Pantai Goa China, jalan Pantai Goa China, pemandangan Pantai Goa China
 Malang adalah salah satu Kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Timur. Kota tersebut berada didaratan tinggi dengan hawa atau suhu yang bisa dikatakan cukup dingin. Di Kota malang tak hanya terdapat keindahan alam saja, namun juga mempunyai tempat wisata pantai yang sangat alami. Namanya ialah Pantai Goa China.
Pantai Goa China tersebut terletak di Provinsi Jawa Timur lebih tepatnya di Kabupaten Malang, Kecamatan Sumber Manjing Wetan dan terletak di Desa Sitiarjo. Adapun Rute yang bisa anda tempuh ialah dari Malang kota kearah selatan – Gadang – Bululawang – Turen – Sumber Manjing Wetan dan Sitiarjo.
Untuk medan jalan menuju Pantai Goa China juga cukup menantang, jadi jika mau berwisata kesana anda harus mempunyai keahlian khusus untuk melewatinya. Namun perjalanan yang ekstrim tersebut akan ditebus dengan pemandangan alami serta mempesona yang ditawarkan Pantai Goa China.
Pantai Goa China tersebut juga tidak hanya dimanfaatkan untuk berlibur, berwisata dan berekreasi saja. Namun juga banyak wisatawan yang berkemah di Pantai tersebut. Tapi perlu diperhatikan bahwa pengunjung tidak boleh berenang ditengah pantai, pasalnya Goa China tersebut mempunyai ombak besar dan sangat berbahaya bagi keselamatan.
Pantai Goa China, Wisata Mempesona di Malang Selatan, Pantai Goa China, sunset Pantai Goa China, wisata Pantai Goa China, rute Pantai Goa China, tempat Pantai Goa China, lokasi Pantai Goa China, tempat Pantai Goa China, malang Pantai Goa China, sitiarjo Pantai Goa China, Pantai Goa China sumber manjing wetan, Pantai Goa China mempesona, Pantai Goa China indah, Pantai Goa China alami, Pantai Goa China pasir putih, harga tiket Pantai Goa China, akses jalan Pantai Goa China, jalan Pantai Goa China, pemandangan Pantai Goa China
Yang diperbolehkan ialah bermain ditepi pantai, namun anda juga harus berhati-hati  untuk keselamatan agar tidak diseret ombak yang mampir ke bibir pantai. Pantai Goa China tersebut juga mampunyai air laut yang masih jernih dan kondisi pantai yang bersih dengan pasir putihnya yang mambuat pantai semakin mempesona.
Tak hanya itu, ditengah pantai juga terlihat ada karang-karang yang menjulang tinggi dan ditumbuhi oleh rerumputan hijau yang selalu menyambut kedatangan wisatawan. Jika anda berminat untuk berkunjung ke Pantai Goa China, wsiatawan hanya dikenakan tiket masuk sebesar 10.000 saja per-orangnya. Sangat terjangkau bukan?
Selain dengan keindahan Pantai Goa China, apabila cuaca cerah anda juga bisa menyaksikan sunset atau matahari tenggelam di sore hari yang disaksikan di tepi Pantai Goa China Malang selatan.
Itulah sedikit informasi mengenai keindahan Pantai Goa China Malang Selatan yang bisa kami sampaikan pada anda. Semoga saja artikel yang kami sajikan ini bermanfaat. Oh ya, perjalanan dari Kota Malang menuju Pantai Goa China hanya memakan waktu kurang lebih 1 jam setengah dengan kondisi lalu lintas lancar

Keindahan Pantai Pasir Putih Dibalik Bukit Kapur Kebumen

Pantai Menganti, Keindahan Pantai Pasir Putih Dibalik Bukit Kapur Kebumen

Wisata Kebumen, Jawa Tengah - Pantai Menganti namanya, sebuah pantai indah dibalik perbukitan batu kapur ini belum banyak diketahui oleh banyak orang. Keberadaannya yang tersembunyi dan sulitnya menjangkau tempat wisata ini menjadi sebab mengapa belum banyak orang mengetahui Pantai Menganti yang berada di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen ini. Padahal, jika anda memang pernah ketempat wisata pantai ini anda akan berkata bahwa pantai menganti memang benar-benar indah. Pasir putih yang terbuat secara alami oleh abrasi batu gamping, pohon-pohon kelapa disepanjang tepian pantai menjadikan Menganti sebagai objek wisata yang harus anda kunjungi ketika anda memilih Jawa Tengah sebagai tujuan berwisata.
Wisata Pantai Menganti Objek Wisata di Kebumen Jawa Tengah

Berada di arah barat dari Kecamatan Gombong, untuk bisa mencapai pantai yang indah ini anda bisa menggunakan kendaraan sepeda motor. Sepeda motor dipilih karena tidak ada alat transportasi umum untuk bisa mencapai pantai Menganti ini. Jikalaupun ada, kendaraan roda 4 tidak akan mampu membawa anda sampai ke bibir pantai karena kondisi jalan yang sempit juga terjal. Begitu juga dengan kendaraan roda 2 pun tak mampu mengantarkan anda hingga ke bibir pantai namun dengan menggunakan motor anda akan mampu mencapai lebih dekat ke bibir pantai berpasir putih yaitu Pantai Menganti. Sebenarnya ada 2 rute yang bisa anda pilih, yang pertama jika anda berada di Gombong, anda bisa mengambil arah Puring, belok kanan menuju Pantai Suwuk dilanjutkan menuju Pantai Menganti dengan melewati jalan yang cukup menakutkan karena penuh dengan tikungan tajam dan tanjakan yang curam, jika anda memilih rute ini, jaraknya sekitar 38 kilometer. Rute ke 2, dari Gombong anda bisa menuju arah barat menuju Pantai Logending lalu ambil jalur naik ke arah Pantai Menganti, pemilihan rute ini anda menempuh jarak 45 km yang bisa dicapai sekitar 1,5 jam.

Perjalanan yang tidak mudah untuk mencapai Pantai Menganti akan tergantikan oleh keindahan pantai yang masih tergolong cukup alami. Dipinggiran bibir pantai anda bisa menikmati keindahan perbukitan batu kapur yang terlihat memanjang sepanjang pantai. Disini pula anda bisa menyapa para nelayan langsunng karena biasanya mereka bersantai sejenak setelah semalam berlaut. Ikan-ikan segarpun bisa anda beli langsung dari nelayan dengan harga yang cukup murah jika dibandingkan dengan harga di pasar.

Pantai Menganti Kebumen yang menjadi salah satu tempat wisata di Jawa tengah memang belum cukup lama dibuka untuk umum, baru pada tahun 2011 pemerintah Desa setempat membukanya untuk umum yang sebelumnya hanya digunakan untuk pendaratan para nelayan. Karena itu, pemerintah Kabupaten Kebumen belum menggarap objek wisata pantai ini secara serius. Diharapkan, kedepan pantai ini akan mampu menjadi destinasi wisata di daerah Kebumen dan akan menyerot banyak wisatawan. Ketika digarap dengan serius oleh pemerintah, ekonomi warga sekitarpun akan naik sehingga pantai Menganti menjadi PR untuk pemerintah Kabupaten Kebumen nantinya.
Nelayan Pantai Menganti Usai Berlayar

Di atas telah saya share sebuah tempat wisata di Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Kebumen dengan keindahan pantai dan pasir putih yang menawan. Objek wisata ini tentu saja bisa menjadi pilihan anda untuk berlibur diwaktu yang akan datang. 
di kutip dari :http://gowisatago.blogspot.com/2014/07/pantai-menganti-pasir-putih-kebumen-jawa-tengah.html

Surga yang tersembunyi

PANTAI POK TUNGGAL
Surga Tersembunyi yang Menantang Nyali

Perjalanan ke Pantai Pok Tunggal memang tak terduga. Awalnya disuguhi jalan yang sulit, ternyata berujung pada surga tersembunyi yang memikat hati dan menantang nyali. Sebatang pohon yang ikonik membuat pantai ini makin cantik.

"Ah, menuju ke mana perjalanan ini?" batinku ketika mobil yang membawaku dan calon writer YogYES lainnya mulai terantuk-antuk menyusuri jalan bebatuan di antara dua bukit karang. Kami bergerak pelan sepanjang jalan 2 kilometer yang sempit, berkelok-kelok dan agak terjal. Sekejap adrenalin berdesir ketika melewati tikungan dengan karang besar yang menjorok di atas kepala.
Lepas dari perjalanan yang mendebarkan, sebuah pemandangan cantik pun terbentang di depan mata. Hamparan pantai pasir putih dengan ombak biru yang menghempas seolah menjadi penawar lelah setelah menyusuri jalan sempit bebatuan tadi. Terlihat beberapa remaja yang asyik bermain ombak pantai sambil sesekali bergaya di depan kamera. Sebatang pohon Duras tumbuh rindang di bibir pantai dan menjadi ikon pantai ini. Pohon yang konon sulit tumbuh ini sangat dijaga keberadaannya oleh penduduk setempat, jadi jangan heran bila ada teguran jika memanjat pohon tersebut.
Namun pesona yang sesungguhnya dari Pok Tunggal adalah barisan tebing karang yang berdiri gagah bagaikan benteng yang melindungi pantai ini dari dunia luar. Tebing-tebing yang tegak lurus seperti dinding karang setinggi 50-an meter ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai arena olahraga panjat tebing. Tentu saja butuh nyali dan keterampilan luar biasa untuk memanjat tebing ini karena hingga kini belum ada jalur pemanjatan (Sept 2012). Semoga tak lama lagi ada pemanjat yang menaklukkan tebing ini dan membuka jalurnya.
Di tebing-tebing karang pantai ini masih terdapat primata liar. Ketika YogYES berkunjung, terlihat kawanan monyet liar melompat dari balik tebing di sebelah timur. Anehnya di pantai ini juga terdapat mata air tawar, kemungkinan besar berasal dari aliran sungai bawah tanah khas daerah karst. Sumber air itulah yang memenuhi kebutuhan warung-warung makan dan kamar mandi umum hasil swadaya masyarakat setempat.
Menikmati keindahan Pantai Pok Tunggal takkan lengkap bila tidak meluangkan waktu sejenak untuk menunggu matahari tenggelam di balik cakrawala. Tadi sore kami bahkan bertemu dengan rombongan bule yang menggendong ransel besar, sepertinya mereka akan berkemah di pantai ini. Asyik juga bermalam di tenda sambil menikmati hembusan angin pantai serta deburan ombak setelah menikmati lembayung senja. Bila tidak membawa tenda, kita bisa menyewa tenda dome pada penduduk setempat. Namun bila memutuskan untuk pulang malam, Anda harus ekstra hati-hati. Jalan sempit dan berbatu itu sekali lagi menantang nyali karena belum dilengkapi lampu penerang sama sekali.
Pesona Pantai Pok Tunggal dengan hamparan pasir putih yang dikelilingi oleh dinding perbukitan merupakan lokasi yang asyik untuk dieksplorasi. Pantai Pok Tunggal yang terletak di antara Pantai Indrayanti dan Pantai Siung ini semakin mengukuhkan Gunungkidul sebagai gudangnya pantai-pantai cantik berpasir putih yang masih alami.


 dikutip dari : https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/beach/pok-tunggal/

Destinasi Wisata Kota Jepara

Wisatamu.com – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak keindahan alam yang menarik dan juga mempesona. Banyak sekali daerah di Indonesia yang memiliki keindahan tersebut dan salah satunya adalah Jepara. Jepara menawarkan beragam keindahan wisata alam dan pesona wisata pantai yang menarik untuk dikunjungi. Daerah yang terkenal akan penghasil ukiran kayu di Indonesia ini juga merupakan tempat kelahiran seorang pahlawan nasional yang terkenal dengan gagasan emansipasi wanita Indonesia yaitu R.A. Kartini.

Tempat Wisata Di Jepara

Mungkin masih banyak diantara Anda yang masih belum mengetahui berbagai tempat wisata yang ada di Jepara, dan Anda ingin mencari tahu tempat wisata yang ada. Sekarang Anda tidak perlu kesulitan lagi untuk mendapatkan informasi karena adanya internet. Banyak situs yang memberikan informasinya dan salah satunya tentu saja Wisatamu.com. Kali ini Wisatamu.com akan memberikan informasi mengenai 7 Tempat Wisata Di Jepara yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Berbagai tempat wisata yang ada di Jepara bisa Anda simak dibawah ini.

1. Taman Nasional Karimunjawa

Taman Nasional Karimunjawa

Merupakan gugusan kepulauan sebanyak 27 pulau yang terletak di Laut Jawa, memiliki luas area sebesar 1007.225 hektar, dan juga merupakan sebuah cagar alam laut yang dilindungi dan kini disebut sebagai Taman Nasional Karimunjawa. Karimunjawa merupakan tempat wisata yang sudah populer di Indonesia  dan salah satu tempat wisata di Jepara yang sagat terkenal. Ada banyak sekali kegiatan yang bisa Anda lakukan di Karimunjawa. karekteristi seluruh pantai yang ada memiliki hamparan pasir putih dengan garis pantai yang panjang, sehingga menyenangkan jika digunakan untuk berjemur.

2. Pantai Kartini

Pantai Kartini
Tempat wisata selanjutnya adalah Pantai Kartini. Tempat wisata yang satu ini merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi bersama dengan keluarga terutama untuk Anda yang sudah memiliki momongan. Terdapat wahana permainan anak seperti komedi putar, perahu arus, mandi bola, dan lain-lain. Pantai Kartini juga merupakan pantai yang menjadi tempat bermain R.A. Kartini semasa kecil bersama dengan saudara-saudarinya. Inilah mengapa tempat wisata yang satu ini dinamakan Pantai Kartini.

3. Museum R.A. Kartini

Museum R.A. Kartini
Tempat wisata yang satu ini terletak di sebelah utara alun-alun kota Jepara. Merupakan objek wisata sejarah yang ada di Jepara, menjadi tempat penyimpanan berbagai koleksi peninggalan R.A. Kartini, serta berbagai benda-benda purbakala periode abad ke 7 di era Ratu Shima yang merupakan penguasa kerajaan Kalingga di daerah Keling Kabupaten Jepara pada masa itu.

4. Benteng Portugis

Benteng Portugis
Benteng Portugis di Jepara merupakan sebuah cagar budaya yang dilindungi, memiliki panorama alam yang memikat dan dengan suguhan pemandangan bukit, hamparan batuan sedimen, dan panorama pantai yang indah. Benteng Portugis ini dibangun diatas bukit batu yang berposisi di pinggir laut. Di bagian utara benteng persisi berhadapan dengan Pulau Mondoliko.

5. Air Terjun Songgolangit

Air Terjun Songgolangit
Tempat wisata yang satu ini dinamakan songgolangit karena jika dilihat dari bawah, maka air terjun solah sedang menyangga horizon langit. Tempat wisata yang satu ini terletak di Desa Bucu, Kecamatan Kembang. Udara yang segar dengan panorama alam yang indah merupakan daya tarik dari air terjun yang satu ini. Disana juga Anda bisa melihat banyaknya kupu-kupu dengan warna yang idah berterbangan.

6. Pantai Teluk Awur

Pantai Teluk Awur
Tempat wisata selanjutnya yang bisa Anda kunjungi adalah Pantai Teluk Awur. Merupakan tempat wisata di Jepara yang menarik untuk Anda kunjungi. Berbagai kegiatan yang menjadi favorit di sana adalah berenang dan bermain air laut. Untuk mengunjungi tempat wisata yang satu ini Anda tidak dikenakan biaya sepeser pun atau gratis. Kondisi air laut yang bersih dan jernih banyak disukai oleh wisatawan untuk menghabiskan waktu akhir pekan.

7. Pantai Bandengan

Pantai Bandengan
Pantai Bandengan merupakan sebuah pantai di Jepara yang air lautnya begitu jernih dan bersih, memiliki hamparan pasir putih yang indah. Di kawasan pantai ini juga Anda bisa mendapatkan panorama sunset yang indah. Ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan seperti volley pantai, berkemah, hingga bersepeda. Tempat wisata di Jepara yang satu ini juga kerap digunakan sebagai ajang permainan moto cross serta pertunjukan layang-layang.
Bagaimana? Seru bukan untuk menjumpai berbagai tempat wisata yang ada di Jepara. Selain itu akses jalan untuk menuju tempat wisata yang satu ini juga tidak terlalu sulit, sehingga Anda bisa mengunjunginya menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Mungkin cuma itu yang bisa diberikan pada kesempatan kali ini tentang 7 Tempat Wisata Di Jepara yang menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan di akhir pekan. Semoga Anda yang sedang mencari berbagai informasi mengenai tempat wisata Jepara bisa terbantu setelah membaca artikel yang ada diatas.

Tempat Wisata Di Jepara

Berbagai informasi mengenai Tempat Wisata Di Jepara yang ada di Wisatamu.com, didapat dari banyak sumber yang terpercaya. Jangan lupa untuk membaca artikel lainnya yang sudah diberikan, karena masih banyak artikel yang memberikan berbagai informasi mengenai berbagai tempat wisata yang ada di Indonesia.




Dikutip dari : http://www.wisatamu.com/wisata-jepara.html

Wisata Kabupaten Pati

Daftar Tempat Wisata Kabupaten Pati Lengkap


Daftar Tempat Wisata Kabupaten Pati Lengkap, Tempat Wisata Terindah - Kabupaten Pati merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang letaknya di Pantura timur Jawa Tengah. Kabupaten Pati berbatasan dengan Kabupaten Jepara, Kudus, Grobogan, Blora dan Rembang. Tempat Wisata di Kabupaten Pati bisa dibilang belum sebanyak dan setenar daerah lain. Ada berbagai faktor, salah satunya mungkin minimnya pengembangan dari Pemerintah terkait. Ada beberapa tempat wisata yang sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pariwisata, namun sampai saat ini belum tersentuh investor baik pemerintah sendiri maupun pihak swasta.

Berikut akan kami coba tampilkan beberapa tempat wisata terindah yang ada di Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Air Terjun Grenjengan Sewu
Air Terjun Grenjengan Sewu terletak di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati atau berjarak 27 km dari Kota Pati. Ketinggian lokasi wisata ini adalah  75 m, dan keadaan yang masih alami.

Air Terjun Santi
Air Terjun Santi terletak di Desa Tlogosari, Kec Tlogowungu, berupa Air Terjun Tretes dan Air Terjun Jenar. Tempat ini dapat Diakses dari Dukuh Santi, Desa Gunungsari atau Dukuh Jentir, Desa Tajungsari.

Air Terjun Tadah Hujan
Air Terjun Tadah Hujan terletak di Kecamatan Sukolilo, setinggi 75 m, di apit oleh tebing. Tidak jauh di bawahnya terdapat sebuah kolam renang dengan air jernih.

Banyu Urip
Terletak di Daerah Margorejo yaitu berupa mata air yang digunakan untuk kolam renang; terdapat perkebunan jambu monyet.

Bumi Perkemahan Regaloh
Bumi Perkemahan Regaloh terletak di Kec Tlogowungu, di lereng Gunung Muria, mampu menampung 4000 orang, dengan udara sejuk segar, hutan bambu, perkebunan murbei, hutan Jati, lebah madu, dan ulat sutera.

Gua Pancur
Gua Pancur berlokasi di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, 20 km dari Kota Pati, gua sepanjang 736 m, dengan stalaktit dan stalagmit, kolam pancing, rumah makan, dan hutan jati.

Gua Wareh
Gua Wareh terletak di Desa Kedumulyo, Kec Sukolilo, 24 km dari Kota Pati, di lereng Pengunungan Kapur Utara, dengan panjang 100 m, dengan sungai bawah tanah berair jernih.

Gua Lawa
Gua Lawa merupakan tempat wisata yang terletak di Kecamatan Sukolilo, di dalamnya terdapat kolam air yang sangat luas dan dalam, di sekitarnya ada tempat berkemah dan panjat tebing.

Makam Mbah Ahmad M. dan Mbah Ronggo K.
Lokasinya di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, waliyullah yang dikeramatkan penduduk Pati, dengan acara haul tahunan pada 10 Muharram dan 10 Safar

Makam Mbah Tabek Merto
Lokasi tempat wisata ini di Dukuh Domasan, Desa Prawoto, Kec Sukolilo, diperkirakan telah ada sejak abad ke XVI.

Makam Nyi Ageng Ngerang
Makam Nyi Ageng Ngerang di Desa Tambakromo, Kecamatan Tambakromo, merupakan makam leluhur masyarakat Pati yang masih keturunan raja-raja Mataram.

Makam Saridin / Syekh Jangkung
Syekh Jangkung dimakamkan di Desa Landoh, Kecamatan Kayen, 17 Km dari kota Pati, yang konon merupakan murid Sunan Kalijaga.

Perkebunan Kopi dan Bumi Perkemahan Jolong
Lokasinya di Kecamatan Gembong, merupakan peninggalan Kolonial Belanda, dengan pemandangan indah, pabrik pengolahan kopi, bumi perkemahan

Petilasan Kadipaten Pesantenan
Petilasan Kadipaten Pesantenan terdapat di Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, dimana terdapat Genuk Kemiri, Makam Aryo Kencono dan Pendopo Kadipaten Pesantenan. Kadipaten Pesantenan merupakan cikal bakal Kabupaten Pati yang telah berdiri sejak masa pemerintahan Kerajaan Majapahit.

Rumah Dinas Residen Pati
Desa Puri, Kecamatan Pati, yang merupakan bangunan Cagar Budaya peninggalan Belanda yang masih dipertahankan keaslian bentuknya.

Sendang Tirta Marta Sani
Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, 4 Km dari Kota Pati, dengan kolam renang, kolam pemancingan, paseban untuk semedi, makam Adipati Pragolo

Situs Pintu Gerbang Majapahit
Desa Rendole, Kecamatan Margorejo, 4 Km dari Kota Pati, terbuat dari kayu jati, yang diangkat Kebo Nyabrang sebagai persyaratan untuk diakui sebagai Putra Sunan Muria.

Tempat Pelelangan Ikan Juwana
Berada di Desa Bendar, Kec. Juwana, yang merupakan lokasi pelelangan ikan dan sandar kapal – kapal nelayan tradisional.

Waduk Gunung Rowo
Waduk Gunung Rowo terletak di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, 16km dari Kota Pati, dengan pemandangan pegunungan dan lembah hijau.

Waduk Seloromo
Desa Gembong, Kec.Gembong, di daerah Gunung Muria, di sekitar waduk sering digunakan sebagai area perkemahan, dibangun pada tahun 1928. 

7 Tempat Wisata Di Kudus Terbaik Yang Harus Anda Kunjungi


 
 Berlibur merupakan salah satu momen yang sangat menyenangkan, dimana Anda akan menikmati serunya bermain dan membuat otak dan juga pikiran menjadi lebih fresh. Biasanya berlibur dilakukan ketika akhir pekan atau sedang libur panjang. Berbagai daerah di Indonesia memiliki keindahan dan berbagai macam tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi salah satunya adalah Kudus.

Tempat Wisata Di Kudus

Kudus merupakan Kabupaten di provinsi Jawa Tengah dengan ibukota Kota Kudus. Kudus memiliki banyak sekali tempat wisata menarik yang bisa Anda kunjungi untuk menghabiskan waktu akhir pekan. Kali ini Wisatamu.com akan memberikan informasi mengenai 7 Tempat Wisata Di Kudus yang bisa Anda kunjungi untuk bersenang-senang. Berbagai tempat wisata yang ada, bisa Anda simak dibawah ini.

1. Menara Kudus

Menara Kudus
Menara kudus merupakan salah satu ikon atau landmark yang ada di Kudus. Menar ini berada di komplek masjid Al-Aqsa. Disana Anda bisa melihat masjid atau tempat beribadah umat Islam yang memiliki nilai historis tinggi, eksotis, dan unik. Masjid Menara Kudus ini merupakan perpaduan antara budaya Islam dan Hindu. Menara yang ada berbentuk seperti candi yang biasa digunakan sebagai tempat beribadah orang Hindu. Disana Anda bisa melihat indahnya menara, dan mengambil foto untuk mengabadikan momen yang berharga ini.

2. Air Terjun Montel

Air Terjun Montel
Tempat wisata selanjutnya yang bisa Anda kunjungi adalah Air Terjun Montel. Air terjun ini merupakan air terjun yang memiliki ketinggian hingga 25 meter. Disana Anda bisa menikmati segarnya air dengan berenang atau sekedar bermain air saja. Selain memiliki air yang segar, pemandangan sekeliling air terjun pun sangatlah menarik dan indah.

3. Rahtawu

Rahtawu
Tempat wisata selanjutnya yang akan diberikan adalah sebuah desa wisata yaitu desa Rahtawu. Desa wisata ini berada di lereng gunung muria. Ketika berada disana Anda akan disuguhkan dengan pemandangan gunung yang indah dan udara yang segar, sehingga untuk Anda yang ingin membuat otak dan pikiran menjadi lebih fresh, Anda bisa mengunjungi tempat wisata yang satu ini.

4. Colo

Colo
Tempat wisata yang satu ini masih berada di lereng gunung muria. Disana Anda akan disuguhkan dengan indahnya pemandangan pegunungan yang masih asri. Selain itu Ada juga tempat bumi perkemahan yagn terletak di kawasan hutan pinus, tepatnya di desa Kajar Kecamatan Dawe Kudus. Kawasan Kajar merupakan kawasan yang sudah biasa dilakukan untuk wisatawan yang ingin berkemah.

5. Museum Situs Patiayam

Museum Situs Patiayam
Tempat wisata yang satu ini merupakan museum yang banyak mengoleksi berbagai macam benda yang bernuansa purbakala. Disana Anda bisa melihat gading gajah purba, gigi geraham Homo Erectus, dan lain-lain. Primadona yang ada di tempat wisata yang satu ini adalah Gajah Purba yang biasa kita jumpai di film-film animasi.

6. Wisata Alam Rajenu

Wisata Alam Rejenu
Tempat wisata selanjutnya yang bisa Anda kunjungi ketika berada di Kudus adalah Wisata Alam Rajenu. Tempat wisata yang satu ini terletak di pegunungan Argo Jembarangan, Gunung Muria. Disana Anda bisa menikmati indahnya pemandangan pegunungan dan keanekaragaman hayati juga satwa. Di tempat wisata yang satu ini juga Anda akan menemukan sumber mata air tiga rasa yang memiliki tiga rasa yang berbeda.

7. Waterboom Mulia Wisata

Waterboom Mulia Wisata
Tempat wisata yang satu ini terletak di Jalan Kudus-Colo, Desa Lalu, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Tempat wisata yang satu ini merupakan satu-satunya tempat wisata bermain air yang banyak dikunjungi oleh masyarakat untuk berlibur bersama keluarga. Selain bermain air, disana juga masih banyak menyediakan permainan lain yang bisa Anda mainkan seperti ATV.
Itu berbagai tempat wisata yang ada di Kudus, Anda bisa mengunjunginya bersama teman ataupun bersama dengan keluarga. Akses jalan untuk menempuh tempat wisata yang ada pun sangatlah mudah untuk dilalui, Anda bisa menempuhnya dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Mungkin cuma itu yang bisa diberikan pada kesempatan kali ini tentang 7 Tempat Wisata Di Kudus yang menyenangkan. Semoga Anda yang sedang mencari informasinya bisa terbantu setelah membaca artikel diatas.

Tempat Wisata Di Kudus

Jangan lupa untuk membaca juga berbagai artikel lainnya yang sudah pernah diberikan sebelumnya, karena masih banyak artikel yang memberikan berbagai tempat wisata yang ada di dunia. Berbagai informasi yang ada di Wisatamu.com didapat dari banyak sumber yang terpercaya. Terima kasih Anda semua sudah datang dan membaca berbagai artikel yang ada di Wisatamu.com.


Selasa, 09 Juni 2015

Yuk wisata religi

WISATA RELIGI KABUPATEN DEMAK

  MASJID AGUNG DEMAK
  • Masjid Agung Demak adalah salah satu mesjid tertua yang ada di Indonesia. Masjid ini terletak di desa Kauman, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agamaIslam ditanah Jawayang disebut dengan Walisongo. Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi.
    Masjid Agung Demak juga telah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO semenjak tahun 1995.

    Arsitektur

    Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut saka guru. Tiang ini konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai saka tatal. Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit. Atap limas Masjid terdiri dari tiga bagian yang menggambarkan ; (1) Iman, (2) Islam, dan (3) Ihsan. Di Masjid ini juga terdapat “Pintu Bledeg”, bertuliskan Condro Sengkolo, yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani, dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.
    Raden Patah bersama Wali Songo mendirikan Masjid Maha karya abadi yang karismatik ini dengan memberi prasasti bergambar bulus. Ini merupakan Condro Sengkolo Memet, dengan arti Sariro Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna tahun 1401 Saka. Gambar bulus terdiri dari kepala yang berarti angka 1 ( satu ), kaki 4 berarti angka 4 ( empat ), badan bulus berarti angka 0 ( nol ), ekor bulus berarti angka 1 ( satu ). Bisa disimpulkan, Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka.
    Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para abdinya. Di sana juga terdapat sebuah Museum Masjid Agung Demak, yang berisi berbagai hal mengenai riwayat berdirinya Masjid Agung Demak.
  • MAKAM RAJA-RAJA DEMAK 

     

  •  MAKAM SUNAN KALIJAGA  

    Sunan Kalijaga


    Lukisan Sunan Kalijaga
    Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo adalah seorang tokoh Wali Songo yang sangat lekat dengan Muslim di Pulau Jawa, karena kemampuannya memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi Jawa. Makamnya berada di Kadilangu, Demak.

    Riwayat

    Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang "tatal" (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga.

    Kelahiran

    Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilwatikta atau Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman. Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari Desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali.

    Silsilah

    Mengenai asal usul beliau, ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa beliau juga masih keturunan Arab. Tapi, banyak pula yang menyatakan ia orang Jawa asli. Van Den Berg menyatakan bahwa Sunan Kalijaga adalah keturunan Arab yang silsilahnya sampai kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Sementara itu menurut Babad Tuban menyatakan bahwa Aria Teja alias 'Abdul Rahman berhasil mengislamkan Adipati Tuban, Aria Dikara, dan mengawini putrinya. Dari perkawinan ini ia memiliki putra bernama Aria Wilatikta. Menurut catatan Tome Pires, penguasa Tuban pada tahun 1500 M adalah cucu dari peguasa Islam pertama di Tuban. Sunan Kalijaga atau Raden Mas Said adalah putra Aria Wilatikta. Sejarawan lain seperti De Graaf membenarkan bahwa Aria Teja I ('Abdul Rahman) memiliki silsilah dengan Ibnu Abbas, paman Muhammad. Sunan Kalijaga mempunyai tiga anak salah satunya adalah Umar Said atau Sunan Muria.

    Pernikahan

    Dalam satu riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak, dan mempunyai 3 putra: R. Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi Sofiah.

    Berda'wah

    Menurut cerita, Sebelum menjadi Walisongo, Raden Said adalah seorang perampok yang selalu mengambil hasil bumi di gudang penyimpanan Hasil Bumi. Dan hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang-orang yang miskin. Suatu hari, Saat Raden Said berada di hutan, ia melihat seseorang kakek tua yang bertongkat. Orang itu adalah Sunan Bonang. Karena tongkat itu dilihat seperti tongkat emas, ia merampas tongkat itu. Katanya, hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang yang miskin. Tetapi, Sang Sunan Bonang tidak membenarkan cara itu. Ia menasihati Raden Said bahwa Allah tidak akan menerima amal yang buruk. Lalu, Sunan Bonang menunjukan pohon aren emas dan mengatakan bila Raden Said ingin mendapatkan harta tanpa berusaha, maka ambillah buah aren emas yang ditunjukkan oleh Sunan Bonang. Karena itu, Raden Said ingin menjadi murid Sunan Bonang. Raden Said lalu menyusul Sunan Bonang ke Sungai. Raden Said berkata bahwa ingin menjadi muridnya. Sunan Bonang lalu menyuruh Raden Said untuk bersemedi sambil menjaga tongkatnya yang ditancapkan ke tepi sungai. Raden Said tidak boleh beranjak dari tempat tersebut sebelum Sunan Bonang datang. Raden Said lalu melaksanakan perintah tersebut. Karena itu,ia menjadi tertidur dalam waktu lama. Karena lamanya ia tertidur, tanpa disadari akar dan rerumputan telah menutupi dirinya. Tiga tahun kemudian, Sunan Bonang datang dan membangunkan Raden Said. Karena ia telah menjaga tongkatnya yang ditanjapkan ke sungai, maka Raden Said diganti namanya menjadi Kalijaga. Kalijaga lalu diberi pakaian baru dan diberi pelajaran agama oleh Sunan Bonang. Kalijaga lalu melanjutkan dakwahnya dan dikenal sebagai Sunan Kalijaga.
    Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung "sufistik berbasis salaf" -bukan sufi panteistik (pemujaan semata). Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.
    Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil memengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. Tidak mengherankan, ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Beberapa lagu suluk ciptaannya yang populer adalah Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul. Dialah menggagas baju takwa, perayaan sekatenan, garebeg maulud, serta lakon caranganLayang Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu ("Petruk Jadi Raja"). Lanskap pusat kota berupa kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini pula dikonsep oleh Sunan Kalijaga.
    Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga; di antaranya adalah adipati Pandanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang.

    Wafat

    Ketika wafat, beliau dimakamkan di Desa Kadilangu, dekat kota Demak (Bintara). Makam ini hingga sekarang masih ramai diziarahi orang.
  • MAKAM SYECH ABDULLAH AL MUDZAKIR
    terletak di Dusun Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung itu.
    Makam Scyech Abdullah Mudzakir berdiri atas air laut yang dipisahkan dengan daratan, yakni Pulau Blekok. Haul yang ditandai dengan tahlil dan baca doa bersama diikuti tokoh masyarakat setempat, serta para santri dari beberapa pondok pesantren di wilayah Sayung.
    Untuk menuju ke makam itu, warga ada yang naik perahu dari Pantai Morosari. Ada pula yang berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang menghubungkan Desa Bedono dengan dukuh Tambaksari. Jalannya makin mengecil lantaran tergerus abrasi air laut.
    Panitia haul Naim Anwar mengungkapkan, Syech Mudzakir merupakan sosok pejuang atau ulama besar di zamannya, dan telah melegenda hingga kini.
    Karena itu, apa yang pernah di lakukan menumbuhkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin di bumi jawa patut diapresiasi, termasuk melalui kegiatan haul.
    Cerita rakyat setempat mengungkapkan, Syech Abdullah Mudzakir adalah seseorang pejuang kemerdekaan di zamannya. Ia hidup antara 1.900 hingga 1960-an. Ia berasal dari kampung Wringinjajar, Kecamatan Mranggen kemudian menetap dan menumbuhkan ajaran Islam di pesisir Pantai Sayung itu.
    Cerita lain menyebutkan, Kiai Tohir berasal dari Gujarat India. Dalam prantauannya, ia sempat terdampar di Semarang. Kemudian, dalam perjalannanya bertemu dengan Syech Mudzakir yang sama-sama berguru di Syech Sholeh Darat. Usai berguru itu, keduanya berpencar dalam berdakwah. Meski demikian, tempat tinggal mereka tidak berjauhan.
    Untuk mengenang perjuangan Syech Mudzakir itu, setiap akhir bulan Dzulqo’dah seperti saat ini, warga beramai-ramai mengadakan haul di makam tengah laut ini. Di sana, warga berdoa dan berharap pada Allah SWT agar mereka diberikan keselamatan dan dijauhkan dari bencana.
    KH. Abdullah Mudzakir yang lebih dikenal oleh masyarakat Sayung dengan sebutan Mbah Mudzakir, memang sosok pejuang sebagaimana diungkapkan oleh Guru saya almaghfurlah KH. Ali Syafi’i (Habib Ali Bin Muhammad Al-haddad) Pendiri Po Pes Nahdlatusy Syubban Sayung, namung sayangnya Pemerintah belum menganugerahi jasanya sebagai Pahlawan. mengenai asal beliau dari Dukuhan Desa Kalisari Sayung, beliau Putra Mbah Ibrahim Suro yang masih keturunan P. Diponegoro, memang dari ibunya beliau masih keturunan Mbah Shodiq Jago Wringinjajar, dan masih keturunan Sunan Bayat. Sedangkan Mbah Thohir,dimakamkan du Dusun Nyangkringan, Desa Sriwulan Sayung. Keduanya disebutkan pernah menjadi murid atau santri Kiai Sholeh Darat, Semarang. wali Pejuang yang juga belum dianugerahi sebagai Pahlawan membangun masjid saja tahun 1875, 
    sedangkan Mbah Mudzakir wafat tahun 1950, jadi saya rasa tidak semasa.
dikutip dari : http://visit-demak-2014.blogspot.com/p/wisata-religi-kabupaten-demak.html

Yuk Ziarah sambil wisata

Yuk Kita Berkunjung Ke Morosari Wisata Bahari Di Demak, Ada Makam Di Tengah Laut

dikutip : http://for-mass.blogspot.com/2014/11/yuk-kita-berkunjung-ke-morosari-wisata.html



Demak - Demak merupakan salah satu daerah yang memiliki pantai yang cukup panjang. Oleh karenanya ada salah satu pantai yang dikembangkan sebagai obyek wisata Bahari. Salah satunya adalah Pantai Morosari kecamatan Sayung . Pantai ini dulunya adalah sebuah pedukuhan  yang cukup padat penduduknya masuk wilayah desa Bedono . Namun karena abrasi yang terus menggerus maka ratusan rumah hilang diterjang ombak.

Untuk memulihkan kondisi itu maka puluhan tahun yang lalu desa ini di tanami mangrove agar laju abrasi terhenti atau terkurangi. Mangrove yang ditanam setiap waktu itu kini telah membuahkan hasil. Membentuk hutan-hutan mangrove kecil yang cukup indah dilihat dan dinikmati. Selain itu banyak pula burung-burung liar yang bersarang di sana.

Akhirnya pemerintah kabupaten Demak liwat Dinas Pariwisata dan Perusda Anwusa mengembangkan pantai ini sebagai obyek wisata pantai andalan. Selain bisa melihat rimbunnya tanaman mangrove dengan berjalan melewati jembatan kayu panjang. Wisatawan juga bisa menikmati hutan mangrove ini dengan naik perahu.

Di Obyek wisata ini pengunjung juga bisa berziarah ke makam Syeh Mudzakir salah satu tokoh penyebar agama Islam di desa itu. Makam ini cukup unik karena selamat dari gerusan abrasi . Sedangkan ratusan rumah roboh ditinggalkan penghuninya. Setiap hari makam ini menjadi tempat berziarah warga setempat juga para wisatawan.

Oleh karena itu selain pengunjung disuguhi pemandangan luasnya laut , deburan ombak serta hutan mangrove yang menghijau . Pengunjung juga disuguhi akan sisa-sisa bangunan rumah , jalan , jembatan   di dukuh Morosari yang terkenal abrasi laut.

Morosari adalah nama sebuah dusun yang terletak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung - Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Persisnya dari jalan Raya Semarang Demak Km. 9 pada jembatan Sayung dari arah Semarang menuju Demak bebrbelok kekiri menyusuri kali sepanjang hamper 3 km kearah laut. 

Disitu ah pantai morosari berada. selama perjalanan ke Wisata Morosari Anda di perlihatkan suasana tambak ikan bandeng yang begitu luas. Fasilitas yang ditawarkan adalah:
1. Resto terapung yang menyediakan masakan laut dengan bumbu khas balijawa, seperti Udang, kakap, gurame, Cumi-cumi, Kepiting, Paket paus, Paket Hiu, Paket Lumba dengan harga terjangkau.




 2. Permianan Air : Speed boat (Rp. 7.000,- per orang), Canoe (15.ooo,- per unit) 




3. Pasir pantai yang terpisah dengan pantai 




4. Pemandangan Tanjung Mas dan Pegunungan di pagi dan sore hari


5. Pemandangan lampu -lampu di semarang pada menjalang malam  


Resto Terapung

6. pemandangan sunset dan sunrise yang mempesona, serta Kebiasaan memandikan 
balita pada pagi di hari Minggu dan tanggal merah 




7. Wisata mangrove: menelusuri hutan mangrove dengan speed boat (Rp. 70.000,- per perjalanan)maksimal 10 orang 




Sunset di Sore Hari




8. Makam Syekh mudzakir, yang berada di tengah laut. 





9. Pulau Burung terdapat ribuan burung bangau putih dan juga burung -burung yang lain / pantai.








  
SPEED BOAT RP. 6.000,-/ ORANG





WISATA MANGROVE:

Pengunjung diajak berkeliling di hutan mangrove dan pulau burung juga boleh mampir ke Makam Syekh Abdullah Mudzakir dan desa yang hampir hilang. pemandangan yaang sangat menakjubkan..banyak burung bangau yang berkicau dan beterbangan.Hanya 70 ribu per perjalanan, (maksimal 10 Orang)
 

Sumber : www.pantaimorosaridemak.blogspot.com