Pages

Sabtu, 13 Juni 2015

cara mengatasi GAPTEK



Cara Mengatasi Siswa Yang Gaptek
(Gagap Teknologi)
Tugas ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan Konseling
yang diampu oleh Haryanto Alfandi, M.Pd.I
  



  



Disusun oleh:
Vina Fatimatu Zahro   (NIM : 1211028)



FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN (UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO
2013
Cara Mengatasi Siswa Gaptek
(Gagap Teknologi)
Teknologi bagi kita merupakan pengetahuan terhadap penggunaan alat dan kerajinan, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kemampuan untuk mengontrol dan beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Semakin bertambahnya hitungan tahun, teknologi pun terus mengalami perkembangan. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk mesin cetak, telepon, dan Internet, dapat mengatasi hambatan fisik untuk komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi dengan bebas pada skala global atau luas. Karena manfaat tersebutlah yang memacu banyak manusia untuk terus menciptakan teknologi yang semakin canggih dari tahun-tahun sebelumnya. Berbeda dengan orang-orang yang terus mengembangkan ilmu pengetahuannya untuk menciptakan teknologi-teknologi terbaru, ada beberapa orang yang justru masih kuwalahan untuk terus mempelajari cara penggunaan teknologi-teknologi yang sudah ada, atau yang lebih akrab disebut dengan istilah orang gaptek.
Gagap teknologi atau yang sering dikenal dengan istilah gaptek adalah suatu keadaan dimana seseorang belum bisa mengikuti perkembangan teknologi yang ada di lingkungan sekitarnya. Gaptek biasanya menyerang mereka-mereka yang umumnya berusia tidak muda lagi karena daya pikir dan daya ingat mereka yang sudah berkurang, atau teknologi tersebut belum pernah ada pada zamannya sehingga mereka berpikir tidak perlu untuk memiliki atau mempelajari teknologi tersebut. Tapi tidak menutup kemungkinan pelajar-pelajar ataupun mahasiswa yang usianya masih muda juga bisa mengidap penyakit yang namanya gaptek ini, karena gaptek bisa timbul dari beberapa faktor. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi gaptek, antara lain :
1.      Tempat tinggal
Tinggal dilingkungan yang jauh dari peradaban kota dapat menyebabkan seseorang atau siswa menjadi gaptek, karena umumnya teknologi lebih berkembang pesat di daerah perkotaan. Gaya hidup dan tuntutan, membuat penduduk kota berpikir bagaimana caranya mereka bisa lebih mudah dalam menjalani kehidupan di kota. Sehingga mereka terus menciptakan atau hanya sekedar memanfaatkan teknologi yang sudah ada sekarang ini. Berbeda dengan penduduk desa yang cenderung masih memanfaatkan apa yang sudah disediakan alam. Semakin jauh keberadaan sebuah desa dengan pusat kota, biasanya teknologi merekapun semakin tertinggal pula.
Beberapa siswa yang mulanya tinggal di daerah yang jauh dari pusat kota umumnya mereka mengalami kesulitan dengan penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan, komputer misalnya.

2.      Harga alat-alat teknologi yang cenderung mahal
Teknologi yang harganya cenderung mahal, membuat beberapa orang yang berada pada ekonomi menengah kebawah berpikir ulang untuk membeli alat tersebut. Semakin mahal harga sebuah produk teknologi maka akan semakin canggih pula teknologinya, handphone misalnya, semakin mahal harga sebuah handphone maka akan semakin banyak fasilitas yang ada pada handphone tersebut.
Siswa yang berasal dari keluarga menengah kebawah, umumnya pengetahuan teknologi mereka akan tertinggal jika dibandingkan dengan siswa yang berasal dari keluarga berada. Karena siswa yang berasal dari keluarga berada dapat memperoleh ilmu yang lebih banyak dan luas dengan memafaatkan teknologi yang ia miliki.
Mahalnya harga-harga produk teknologi juga membuat sekolah-sekolah yang peserta didiknya kebanyakan dari kalangan berada tentunya teknologi yang mereka gunakan akan lebih canggih daripada seolah-sekolah yang kebanyakan peserta didiknya dari kalangan menengah kebawah.
3.      Malas untuk belajar
Malas merupakan suatu sifat atau perilaku yang sangat merugikan manusia. Manusia yang tidak bisa mengontrol rasa malasnya akan jauh tertinggal dalam berbagai bidang dengan manusia yang dapat menjinakkan rasa malas yang bisa muncul setiap saat.
Seorang siswa yang malas walaupun berasal dari kota dan dari keluarga yang berada, pengetahuan teknologinya akan lebih sedikit jika dibandingkan dengan siswa yang berasal dari desa dan dari keluarga yang kurang mampu. Karena sebenarnya tidak satu ilmupun yang bisa diperoleh tanpa harus mempelajarinya terlebih dahulu.

4.      Pembatasan gerak
Kontrol dari orang tua terhadap anaknya merupakan hal yang sangat penting dan harus dilakukan oleh semua orang tua. Namun pembatasan terhadap kegiatan dan pergaulan anak juga ada porsi tersendiri. Orang tua boleh saja membatasi kegiatan dan pergaulan anak, tapi jangan sampai pembatasan ini justru membuat kreativitas anak tidak bisa berkembang dengan optimal. Orang tua yang terlalu mengekang anaknya sehingga anak tersebut tidak memiliki kebebasan sama sekali untuk mengikuti perkembangan zaman. Orang tua yang memiliki pemikiran handphone, laptop, internet dan lain sebagainya akan selalu memberi dampak negatif terhadap anaknya akan melarang anak tersebut untuk mendekati hal-hal tersebut. Misalanya saja, beberapa siswa yang berasal dari pesantren yang masih melarang santri-santrinya untuk menggunakan internet, sebagian besar akan mengalami kesulitan daripada peserta didik yang berasal dari pesantren modern yang sudah mengajarkan santri-santrinya memanfaatkan teknologi-teknologi terbaru.
Terlepas dari faktor-faktor penyebab gaptek di atas, hal terpenting yang menjadikan seseorang mendapat julukan gaptek adalah lingkungan dimana ia tinggal. Misalnya, Seorang mahasiswa  jurusan Teknologi Informasi Universitas terkenal dikatakan gaptek karena ia tidak dapat membuat program, namun jika mahasiswa yang tidak bisa membuat program tersebut berada di Fakultas pendidikan maka ia tidak akan disebut gaptek.
Gaptek dapat memberikan dampak tidak hanya bangi orang yang gaptek tapi juga memberi dampak pada orang lain dan lingkungan yang ada disekitarnya. Berikut ini adalah beberapa contoh dampak yang dapat ditimbulkan siswa gaptek terhadap diri dan lingkungan sekitarnya :
1.      Membuat kegiatan pembelajaran yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi di kelas menjadi tidak lancar, misalnya saat pembelajaran mata pelajaran Teknologi informasi dan Komunikasi akan menjadi kurang lancar jika salah satu atau beberapa peserta didiknya ada yang gaptek, karena guru menjadi lebih fokus hanya pada satu orang tersebut.
2.      Siswa yang gaptek cenderung akan menerima ejekan dari teman-temannya karena dia dianggap ketinggalan jaman atau nggak gaul.
3.      Siswa yang gaptek cenderung kurang luas wawasan pengetahuannya, misalnya peserta didik yang belum bisa menggunakan internet akan menjadi kurang pengetahuannya dari pada siswa yang sudah bisa menggunakannya, walaupun informasi dapat diperoleh dari teknologi lain.
4.      Siswa yang gaptek cenderung akan merasa kurang percaya diri karena merasa dirinya kurang pintar daripada teman-temannya.
5.      Gaptek dapat menyebabkan prestasi siswa kurang memuaskan, karena sumber belajar untuk saat ini bukan hanya berasal dari buku, tetapi ilmu juga bisa diperoleh dengan memanfaatkan teknologi, seperti internet.
6.      Gaptek juga berdampak pada keawetan fasilitas sekolah yang berhubungan dengan teknologi, karena jika peserta didik tidak mengetahui prosedur penggunaan alat yang baik dan benar maka kemungkinan besar akan terjadi kerusakan pada alat.
Keberhasilan sebuah pembelajaran tidak hanya dipegang penuh oleh guru tapi orang tua peserta didik juga mempunyai peran yang sangat penting, karena walaupun seorang anak disekolah tergolong menjadi siswa yang rajin dan selalu memperhatikan penjelasan dari guru tapi jika dirumah orang tua anak tidak memberi motivasi kepada anak maka penjelasan guru disekolah akan menjadi sia-sia. Begitupun untuk mengatasi siswa yang gaptek, dibutuhkan kerjasama antara guru dan orang tua peserta didik. Diantara langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh guru dan orang tua peserta didik antara lain :
1.      Guru mendekati peserta didik dan memberikan rasa nyaman, hinggga dia mau terbuka dengan masalah yang sedang dia alami. Setelah itu guru bisa menanyakan dengan pelan-pelan pada peserta didik apa yang membuatnya menjadi gaptek.
2.      Guru memberi motivasi dan pengertian kepada siswa tentang pentingnya mempelajari teknologi. Motivasi ini juga harus dilakukan oleh orang tua. Bagi siswa yang malas untuk belajar teknologi, dengan adanya motivasi dari orang tua dan guru akan dapat menambah kesadaran siswa tersebut sehingga dia mau untuk belajar penggunaan teknologi. Guru juga bisa mengatakan, jika kamu dapat menguasai teknologi kamu tidak akan diejek sama teman-temanmu lagi.
3.      Guru memberi pengertian kepada orang tua-orang tua peserta didik tentang pentingnya teknologi untuk kegiatan pendidikan sekarang ini. Walaupun tidak sedikit dampak negatif yang ditimbulkan oleh teknologi, namun juga terdapat segudang manfaat yang dapat diperoleh oleh peserta didik. Guru memberi pengertian kepada orang tua peserta didik bahwa jika ingin mendidik anak agar tidak terjerumus ke jalan yang tidak baik tidak harus dilakuka dengan melarang anak untuk mempelajari teknologi. Namun hal tersebut bisa dilakukan dengan memberikan pendidikan agama yang kuat bagi anak, sehingga anak tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang negatif. Orang tua juga bisa mengotrol kegiatan anak, misalnya dengan mendampingi anak saat menonton tv atau sering mengawasi anak saat belajar dengan internet atau teknologi-teknologi lain.
4.      Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi bisa memberi bimbingan kepada siswa diluar jam sekolah sehingga tidak mengganggu kelancaran proses belajar mengajar, dengan cara ini pula siswa bisa leluasa bertanya kepada guru tanpa harus merasa malu atau gengsi.
5.      Bagi orang tua peserta didik, membangun lingkungan keluarga yang harmonis adalah suatu hal yang wajib dilakukan untuk membantu tumbuh kembang anak. Dengan lingkungan keluarga yang mendukung siswa dapat berkonsentrasi dengan pelajaran yang ada disekolah, dan orang tua bisa terus mengontrol kegiatan anak dengan mengajaknya bercerita mengenai kegiatannya di sekolah.
6.       Sekolah harus mengusahakan kelengkapan fasilitas teknologi bagi siswa, minimal dengan menyediakan 5-10 komputer yang sudah bisa konek dengan internet, sehingga jika ada tugas sekolah untuk browsing diinternet peserta didik tidak perlu ke warnet. Dengan hal ini guru juga bisa meminimalisir kemungkinan peserta didik membuka hal-hal yang tidak baik baik di internet, karena guru bisa terus memantau secara langsung peserta didik saat sedang online. Walaupun dengan jumlah komputer yang minimal, guru dapat mengusahakan siswa mampu menggunakannya dengan cara praktik secara bergantian diluar jam sekolah atau menjadikannya sebagai ektra kulikuler wajib bagi semua peserta didik. Dengan menjadikannya sebagai ekstra kulikuler yang wajib akan dapat memotivasi peserta didik baik dari kalangan yang mampu maupun yang tidak mampu, yang malas maupun yang rajin, yang tidak diijinkan atau diijinkan orang tuanya, yang tinggal di desa maupun di kota, semuanya dapat mempelajari penggunaan komputer dengan prakti secara langsung.

0 komentar:

Posting Komentar